WWW.PASJABAR.COM – Nintendo resmi meluncurkan konsol game generasi terbarunya, Switch 2, pada Kamis (5/6/2025).
Peluncuran ini langsung disambut dengan antusiasme luar biasa dari para penggemar di seluruh dunia.
Dengan antrean mengular terlihat di berbagai gerai ritel seperti Best Buy, GameStop, dan Target. Yang bahkan menggelar acara peluncuran tengah malam untuk melayani pembeli.
Konsol ini hadir dengan sejumlah peningkatan dari pendahulunya. Termasuk layar LCD 7,9 inci beresolusi Full HD 1080p dan grafis yang lebih tajam.
Dengan harga ritel yang disarankan sebesar $449,99, atau sekitar Rp8,1 juta, Switch 2 dijual pula dalam bundel bersama gim Mario Kart World seharga $499,99.
Tingginya minat terhadap Switch 2 menimbulkan kekhawatiran akan kelangkaan unit di pasaran. Sebagaimana disampaikan Serkan Toto, pendiri konsultan Kantan Games.
“Tingkat permintaan tampaknya sangat tinggi,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Di Jepang, misalnya, Nintendo menerima lebih dari 2,2 juta aplikasi dalam sistem lotere penjualan di My Nintendo Store.
Tak hanya di Asia, antusiasme juga terlihat di Amerika Serikat. Best Buy dan GameStop membuka layanan pre-order dan pembelian langsung sejak dini hari.
Best Buy bahkan membagi antrean menjadi dua jalur, yaitu untuk pemesan awal dan pembeli reguler. Sementara itu, Target dan Walmart juga mempersiapkan distribusi terbatas. Dengan sistem antrean dan pemberian tiket fisik maupun digital.
Peluncuran Switch 2 juga menjadi ujian bagi kesiapan rantai pasokan Nintendo di tengah ketegangan perdagangan global.
Perusahaan sempat menunda pembukaan preorder di AS akibat ketidakpastian dampak tarif yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada awal April.
Meskipun demikian, preorder akhirnya dibuka pada 24 April dan ludes dalam hitungan jam.
Target Penjualan
Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi dan menggenjot promosi penjualan. Untuk memenuhi target penjualan Switch 2. Sebanyak 15 juta unit dalam tahun fiskal ini.
Namun demikian, sejumlah analis tetap mewanti-wanti bahwa momentum ini harus dijaga dengan peluncuran gim eksklusif yang kuat.
“Volume game first-party saat peluncuran belum sebanyak yang diharapkan,” ujar Piers Harding-Rolls dari Ampere Analysis.
Ia memperkirakan bahwa sebagian pengguna kasual mungkin akan menunda pembelian hingga lebih banyak gim tersedia.
Meski begitu, optimisme terhadap Switch 2 tetap tinggi. Saham Nintendo telah melonjak hampir 30 persen sepanjang tahun ini.
Ampere memperkirakan bahwa penjualan Switch 2 bisa menembus 100 juta unit pada 2030. Melanjutkan sukses pendahulunya yang telah terjual lebih dari 152 juta unit sejak 2017.
Dengan inovasi, antusiasme penggemar, dan strategi pasar yang lebih matang, Nintendo tampaknya siap mengulang kesuksesan besar lewat Switch 2. (han)






