
Oleh: Prof. Dr. H. Ali Anwar, M.Si., Ketua Bidang Agama Paguyuban Pasundan (Af’al Allah dalam buku Afeksi Islam)
WWW.PASJABAR.COM – Allah bukan hanya menciptakan sesuatu, melainkan juga memelihara hasil ciptaan-Nya itu tanpa pernah lelah dan rasa berat. Dia pula yang kemudian mengaturnya dan menetapkan keberaturan sistme. Af’al – Nya tentu saja berbeda dengan perbuatan yang dilakukan oleh setiap makhluk-Nya.
Ada dua hal tentang proses penciptaan segala sesuatu yang dilakukan Allah. Kedua hal yang dimakdu adalah mu’jizat, yaitu proses yang sangat cepat seperti yang terjadi pada diri setiap rasul dan bertahap, yaitu penciptaan sesuatu melalui beberapa periode tertentu seperti penciptaan alam (misalnya Kami ciptakan langit dan bumi dalam enam masa (sittatun ayyam), termasuk manusia (misalnya tahap penciptaan manusia berawal dari nutfah, ‘alagah, mudghah, al’izham hingga khalqan akhar) dan makhluk lainnya.
Seluruh ciptaan Allah itu mempunyai ciri-ciri berikut.
- Baik dan indah, seperti ciptaan alam semesta yang memiliki keseimbangan ekologis.
- Mempunyai daya manfaat bagi makhluk lainnya (QS al-Baqarah, 2: 26).
- Dapat dipelajari karena seluruh hasil ciptaan Allah dapat berinteraksi sejalan dengan hukumnya yang pasti. Seluruh gejala atau fenomena dari apa yang pernah Allah ciptakan dapat dipelajari, dipikirkan, dirumuskan, dan dipahami sehingga dapat digunakan bagi kepentingan manusia. Perintah untuk mempelajari, memikirkan, dan merumuskan tentang fenomena ini akhirnya melahirkan para ilmuwan yang banyak berjasa bagi kepentingan dan kemudahan hidup manusia di bumi (QS al-Jatsiyah, 45: 13).
- Tunduk dan patuh kepada perintah dan ketetapan-Nya. Hakikat ini akan diketahui hanya oleh orang-orang yang menggunakan akal pikirannya (QS al-Oashash, 28: 83).
Tua, rusak dan berakhir. Seluruh alam semesta dengan segala isinya pasti akan mengalami kerusakan (fana). Bahkan, pada waktu tertentu mereka akan mengalami kemusnahan atau hancur sama sekali (QS al-Qashash, 28: 88). (Af’al Allah dalam buku Afeksi Islam). (han)




