BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pasca libur panjang Iduladha, tumpukan sampah setinggi hampir tiga meter terlihat menggunung di Tempat Penampungan Sementara atau TPS Sukahaji, Kelurahan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (10/6/2025).
Sampah-sampah rumah tangga dan sisa perayaan hari besar keagamaan di TPS Sukahaji tersebut belum terangkut. Akibat peningkatan volume serta pembatasan pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
Tumpukan sampah yang berserakan di gerobak-gerobak dan area sekitar TPS Sukahaji tidak hanya menimbulkan bau tak sedap. Tetapi juga mencemari pemandangan lingkungan sekitar.
Kondisi serupa juga terjadi di RT 6 RW 6 Kelurahan Babakan Ciparay, di mana tumpukan sampah terlihat di area pemukiman warga.
Pemerintah Kota Bandung mengakui bahwa peningkatan volume sampah hingga 25 persen selama libur panjang menjadi salah satu faktor utama keterlambatan pengangkutan. Selain itu, adanya pembatasan pembuangan ke TPA Sarimukti memperparah situasi.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang meninjau langsung kondisi di lapangan, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan upaya pembersihan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kota Bandung.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga tahapan dalam penanganan masalah sampah saat ini, yaitu penanganan, pemulihan, dan penormalan.
“Untuk penormalan, kami akan memusnahkan sampah dengan insinerator. Saat ini sudah ada tujuh insinerator yang aktif dari target 30 unit yang akan kami operasikan,” ujar Erwin kepada wartawan.
Menurut data Dinas Lingkungan Hidup, setiap harinya Kota Bandung menghasilkan rata-rata 1.496 ton sampah. Namun, hanya sekitar 1.000 ton yang dapat dibuang ke TPA Sarimukti, sementara sisanya harus ditangani di tingkat wilayah.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Bandung akan memperkuat kolaborasi dengan pengurus RW dalam upaya pengelolaan dan pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
Pendekatan berbasis komunitas diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan dan mempercepat proses pemulihan lingkungan. (uby)







