BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar Haul Bung Karno ke-55 di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 1, Kota Bandung, Minggu (22/6/2025).
Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Bung Karno sebagai Bapak Bangsa.
Sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan oleh Sang Proklamator.
“Bung Karno adalah sosok bapak bangsa yang banyak memberikan kontribusi kepada negara. Perjuangan Bung Karno untuk NKRI mempunyai perjalanan yang panjang,” ujar Ono.
Ia juga mengisahkan perjalanan perjuangan Bung Karno di Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki nilai historis penting dalam fase awal perjuangan Bung Karno.
“Beliau menggali Pancasila di Bandung, melakukan pergerakan di Bandung, bahkan pernah ditahan di sebuah penjara yang sangat kecil. Di sana, beliau menulis pemikiran-pemikiran yang akhirnya menggetarkan dunia,” tambahnya.
Ono menegaskan bahwa Bung Karno bukan pencipta, melainkan penggali Pancasila. Karena nilai-nilai Pancasila sudah hidup dalam masyarakat Indonesia jauh sebelum kemerdekaan.
“Indonesia mengenal Pancasila sebagai filosofi bangsa, jalan hidup bangsa Indonesia. Sampai saat ini, Pancasila tegak berdiri,” tegasnya.
Jangan Lupakan Sejarah
Dalam kesempatan itu, Ono juga mengingatkan para kader PDI Perjuangan untuk tidak melupakan sejarah dan senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan pernah melupakan sejarah,” pesannya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Ono membacakan cuplikan kisah Bung Karno menjelang akhir hayatnya yang berjudul “Sepi, Sunyi, dan Terasing”—sebuah refleksi dari kondisi Bung Karno setelah dilengserkan dari kekuasaan dan diasingkan secara politik.
Haul Bung Karno ke-55 tahun 2025 mengusung tema “Membumikan Ide dan Gagasan Bung Karno Indonesia”.
Acara ini tak hanya dihadiri oleh kader, badan, dan sayap partai, tetapi juga diikuti oleh berbagai organisasi keagamaan. Seperti Muhammadiyah, Persis, GP Ansor, Persatuan Guru NU Jabar, serta puluhan pondok pesantren se-Jawa Barat.
Ketua panitia acara, M. Jaenuddin, menjelaskan bahwa kegiatan haul diisi dengan pengajian, doa bersama, sholawat, dan tausiyah kebangsaan. Suasana berlangsung penuh khidmat sejak awal hingga akhir acara.
“Kita panjatkan doa agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Serta menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang demi rakyat,” tandas Jaenuddin. (uby)







