CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Del Monte Ajukan Bangkrut Chapter 11, Utang Tembus Rp162 Triliun

Hanna Hanifah
3 Juli 2025
del monte bangkrut

Del Monte Foods, raksasa industri makanan kaleng asal AS, resmi mengajukan perlindungan bangkrut Chapter 11 ke Pengadilan Kebangkrutan New Jersey. (foto: bbb.org)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Del Monte Foods, raksasa industri makanan kaleng asal Amerika Serikat, resmi mengajukan perlindungan bangkrut melalui Chapter 11 ke Pengadilan Kebangkrutan New Jersey pada Selasa (1/7/2025).

Langkah ini diambil sebagai bagian dari kesepakatan restrukturisasi dengan sejumlah kreditur utama untuk mengatasi beban utang perusahaan.

Melalui pernyataan resminya, Del Monte menyebutkan pengajuan ini bertujuan mempercepat proses penjualan asset. Dengan tetap menjaga operasional bisnis.

Perusahaan juga memastikan bahwa anak-anak usahanya di luar Amerika Serikat, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia, tidak terdampak dan akan terus beroperasi secara normal.

Utang Menggunung hingga Rp162 Triliun

Dalam dokumen pengadilan, Del Monte mencatat nilai utang dan aset masing-masing berkisar antara USD 1 miliar hingga USD 10 miliar. Atau setara Rp16,24 triliun hingga Rp162,47 triliun.

Jumlah kreditur yang terlibat dalam proses ini diperkirakan mencapai 10.000 hingga 25.000 pihak.

Del Monte juga mengungkapkan telah mendapatkan komitmen pembiayaan debtor-in-possession senilai USD 912,5 juta. Termasuk dana segar USD 165 juta, untuk menjaga kelancaran operasional selama proses hukum dan penjualan berlangsung.

Baca juga:   Libur 4 Bulan, MotoGP Thailand 2026 Resmi Dimulai di Buriram

CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, menyebut langkah ini sebagai keputusan strategis setelah evaluasi menyeluruh.

“Proses penjualan yang diawasi pengadilan adalah cara paling efektif untuk mempercepat pemulihan dan menciptakan Del Monte Foods yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (2/7/2025).

Gagal Atur Utang dan Salah Strategi Pascapandemi

Masalah keuangan Del Monte telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama akibat lonjakan utang dan perubahan tren konsumsi. Konsumen kini lebih memilih produk segar daripada makanan kaleng, yang menjadi tulang punggung produk Del Monte.

Kondisi diperparah oleh strategi ekspansi kapasitas produksi selama pandemi Covid-19. Yang justru berujung pada penumpukan stok ketika permintaan turun drastis di era normal baru. Beberapa produk bahkan dijual dengan harga rugi demi mengosongkan gudang.

Pada 2024, Del Monte juga terlibat dalam sengketa hukum. Dengan sejumlah kreditur akibat praktik restrukturisasi utang senilai USD 725 juta melalui skema drop-down transaction. Gugatan itu menuduh perusahaan melanggar perjanjian pembiayaan dengan memindahkan aset ke entitas baru di luar jangkauan kreditur.

Baca juga:   5 Rekomendasi Roti Bakar Paling Enak di Kota Bandung

Tetap Hadir di Pasar Global dan Indonesia

Del Monte menegaskan bahwa meski tengah berada dalam proses bangkrut, kegiatan bisnis harian, termasuk produksi dan distribusi, tetap berjalan. Produk Del Monte masih tersedia di pasaran, termasuk di Indonesia.

Di Tanah Air, Del Monte telah hadir sejak 2003 melalui PT Lasallefood Indonesia. Produk-produk andalannya mencakup saus tomat, saus cabai, bumbu nasi goreng, sarden, hingga minuman kekinian.

Survei Top Brand Award mencatat Del Monte berada di posisi kedua merek saus tomat favorit nasional dengan 18 persen suara responden.

Jejak Del Monte: 135 Tahun Inovasi di Industri Makanan

Didirikan pada 1886 dan berbasis di San Francisco, Del Monte dikenal sebagai pionir makanan kaleng dan pelabelan nutrisi secara sukarela. Merek ini menaungi produk-produk ternama seperti Contadina, College Inn, Joyba, dan Take Root Organics.

Baca juga:   Presiden Prabowo Resmikan BPI Danantara, Kelola Investasi Negara

Induk usaha Del Monte, yakni Del Monte Pacific Ltd., berbasis di Singapura, juga turut merasakan tekanan keuangan. Dalam laporan fiskal 2024, perusahaan mencatat penurunan EBITDA sebesar 60 persen dan membukukan kerugian bersih USD 127 juta.

Proses Chapter 11: Restrukturisasi, Bukan Penutupan

Del Monte mengajukan kebangkrutan di bawah Chapter 11, yakni skema perlindungan hukum yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi sambil merestrukturisasi utang di bawah pengawasan pengadilan.

Ini berbeda dengan Chapter 7 yang biasanya berujung pada likuidasi aset dan penutupan permanen.

Dengan pengajuan ini, Del Monte bergabung dengan deretan perusahaan besar lain yang pernah melewati jalur serupa, seperti General Motors dan Hertz.

Meski tengah menghadapi tantangan besar, perusahaan berharap bisa menemukan pemilik baru dan kembali bangkit dari tekanan yang membelit selama ini. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Del Montedel monte bangkrutDel Monte Foods


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.