CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Bentrok Berdarah di Derenten, AMS: Ini Soal Warisan Sunda yang Direbut!

pri
4 Juli 2025
Bandung Zoo

Bandung Zoo. (foto: bandung.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, www.pasjabar.com — Kota Bandung yang dikenal ramah dan penuh kesejukan, mendadak berubah tegang. Dalam dua hari terakhir, suasana teduh itu koyak oleh insiden berdarah di Kebun Binatang Bandung—atau yang akrab disebut Derenten oleh warga lokal.

Sebuah bentrokan antar kelompok terjadi, menciptakan luka fisik dan trauma sosial di ruang yang seharusnya menjadi tempat edukasi dan konservasi satwa.

Di tengah kegaduhan itu, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) tampil menyatakan sikap. Mereka menilai tragedi ini bukan sekadar perkelahian biasa, melainkan konflik yang menyinggung nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sunda.

AMS: Derenten Adalah Simbol Kultural yang Harus Dilindungi

Ketua Umum AMS Pusat, Ruli Alfiady, dalam pernyataan resminya pada Jumat (4/7/2025), menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menegaskan bahwa insiden ini telah mencoreng citra Bandung sebagai kota yang damai dan kondusif.

Baca juga:   Kebun Binatang Bandung Diserbu Wisatawan Jelang Berakhirnya Masa Libur Sekolah

“Kami prihatin atas peristiwa yang terjadi di Derenten. Ini mencoreng wajah Kota Bandung yang dikenal ramah dan kondusif. Sudah ada korban luka berdarah. Ini tak bisa dibiarkan,” ujar Ruli.

AMS menyoroti bahwa Derenten bukanlah sekadar ruang publik, tapi warisan budaya yang berdiri sejak 1933. Dalam pandangan mereka, Kebun Binatang Bandung merepresentasikan kecintaan masyarakat Sunda terhadap alam dan satwa, dan memiliki nilai historis yang tak ternilai.

Aset Sitaan yang Jadi Pemicu Konflik

Namun AMS tidak berhenti pada keprihatinan. Mereka menggugat akar persoalan: siapa yang memberi mandat pengelolaan terhadap aset yang masih berstatus sitaan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat?

Baca juga:   Jumat Bebas Kendaraan di Balai Kota Bandung Mulai Berlaku 17 Mei 2024

Ruli menegaskan bahwa pihak yang memberi izin pengelolaan itulah yang memicu konflik dan harus bertanggung jawab.

“Siapapun yang memberi hak kelola atas aset sitaan itu harus bertanggung jawab. Dialah pemicu konflik yang mengorbankan masyarakat,” tegasnya.

Dengan nada keras, AMS memperingatkan bahwa pertarungan soal Derenten bukan semata perebutan lahan, tapi soal mempertahankan identitas kolektif masyarakat Sunda.

Konflik ini, menurut mereka, bisa menghapus jejak sejarah yang sudah hidup hampir satu abad.

Menjaga Marwah Sunda di Tengah Kepentingan Elite

AMS menyampaikan penghormatan kepada keluarga besar Rd. Ema Brata Kusumah—tokoh penting yang berperan dalam pendirian Kebun Binatang Bandung.

Baca juga:   Kiat Hapal Al-Quran dari Wisudawan Sadesha

Ruli menegaskan bahwa warisan seperti Derenten harus tetap berada dalam kuasa masyarakat lokal, bukan diambil alih oleh kepentingan elite.

“Sebagai penjaga marwah Sunda, AMS berkepentingan mempertahankan Derenten. Ini bukan soal lahan, tapi soal jati diri. Orang Bandung dan Sunda punya hak historis dan kultural atasnya,” ucapnya.

Mereka pun berjanji akan konsisten menjaga kekayaan sejarah Sunda dari tangan-tangan yang mencoba merebutnya.

“Kami akan konsisten menjaga kekayaan sejarah Sunda agar tetap dalam penguasaan masyarakat Sunda sendiri,” tutup Ruli penuh tekad.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AMS Bandungangkatan muda siliwangibentrok Bandung 2025Derentenidentitas budaya Bandungkebun binatang bandungkebun binatang bersejarahkonflik aset sitaankota bandungRd. Ema Brata KusumahRuli Alfiadysejarah Derentenwarisan budaya Sunda


Related Posts

Pemkot Bandung mempertimbangkan perpanjangan waktu seleksi pengelola Kebun Binatang Bandung karena minimnya peminat akibat persyaratan ketat. (Eci/pasjabar)
HEADLINE

Pendaftaran Segera Ditutup, Pemkot Bandung Pertimbangkan Perpanjangan Seleksi Pengelola Kebun Binatang

4 Mei 2026
ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.