CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dedi Mulyadi Tolak Pemekaran Jawa Barat: Tak Realistis!

Uby
4 Juli 2025
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kunjungan kerja ke Kodam III/Siliwangi di Kota Bandung, Jumat (4/7). (Uby/pasjabar)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat kunjungan kerja ke Kodam III/Siliwangi di Kota Bandung, Jumat (4/7). (Uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, www.pasjabar.com — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan penolakannya terhadap wacana pemekaran wilayah Jawa Barat menjadi lima provinsi baru. Dalam kunjungan kerjanya ke Kodam III/Siliwangi di Kota Bandung, Jumat (4/7), Kang Dedi—sapaan akrabnya—menyebut bahwa rencana pemekaran tersebut tidak realistis untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Alasan utama penolakan ini adalah adanya moratorium dari pemerintah pusat terkait pemekaran wilayah. Selain itu, Kang Dedi menekankan bahwa fokus kepemimpinannya saat ini lebih mengarah pada sektor pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, bukan pada pembentukan wilayah administratif baru.

Fokus pada Infrastruktur dan Layanan Publik

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini lebih difokuskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, pendidikan, layanan kesehatan, irigasi pertanian, dan pelayanan publik lainnya. Menurutnya, kebutuhan masyarakat yang paling mendesak saat ini adalah peningkatan kualitas pelayanan dasar, bukan menambah jumlah pemerintahan baru.

Baca juga:   Hasil Imbang Persib Vs Barito Putera, Gelandang Persib Kecewa

“Masyarakat hari ini lebih butuh rumah sakit baru daripada provinsi baru,” ujar Dedi Mulyadi. Dengan pernyataan ini, ia menegaskan bahwa pembangunan yang bersifat langsung dan berdampak cepat bagi masyarakat menjadi prioritas utama, dibanding proses birokratis yang rumit seperti pemekaran daerah.

Rencana Lima Provinsi: Sunda Pakuan hingga Sunda Galuh

Wacana pemekaran Jawa Barat sempat mencuat dan memicu berbagai reaksi. Dalam skenario yang beredar, Provinsi Jawa Barat akan dipecah menjadi lima wilayah administratif baru:

  1. Provinsi Sunda Pakuan: meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kota Depok.

  2. Provinsi Sunda Taruma: terdiri dari Kabupaten Purwakarta, Subang, Karawang, Bekasi, dan Kota Bekasi.

  3. Provinsi Sunda Caruban: mencakup Kabupaten Kuningan, Cirebon, Kota Cirebon, Indramayu, dan Majalengka.

  4. Provinsi Sunda Priangan: meliputi Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

  5. Provinsi Sunda Galuh: terdiri dari Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:   Kontroversi Kebijakan KDM dalam Penambahan Kelas SMA

Namun menurut Dedi Mulyadi, seluruh rencana itu belum bisa diwujudkan karena terganjal aturan dan belum menjadi kebutuhan mendesak.

Dedi Mulyadi Tegas: Pembangunan Lebih Penting dari Pemekaran

Dalam situasi keuangan daerah yang penuh tantangan, Gubernur Dedi Mulyadi memilih untuk bersikap realistis. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang menyentuh langsung kehidupan rakyat. Oleh karena itu, pemekaran wilayah belum menjadi skala prioritas selama masa jabatannya.

Baca juga:   Kasus Balita Sukabumi: Dedi Mulyadi Desak Audit, Menkes Budi Ungkap Temuan Baru

Dengan pernyataan ini, Kang Dedi ingin memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan dan pelayanan publik tetap menjadi garda terdepan dalam program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (Uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: berita Jawa Barat terbaruDedi Mulyadilima provinsi baru Jawa Baratmoratorium pemekaran wilayahpembangunan infrastruktur Jabarpemekaran Jawa Baratpenolakan pemekaran JabarProvinsi Sunda CarubanProvinsi Sunda GaluhProvinsi Sunda PakuanProvinsi Sunda PrianganProvinsi Sunda Taruma


Related Posts

Sekolah Maung
HEADLINE

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

7 Mei 2026
kecelakaan kereta bekasi timur
HEADLINE

Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

28 April 2026
Gaji Guru Honorer
HEADLINE

Gaji Guru Honorer Tertahan di Jabar, 3.823 Tenaga Pendidikan Belum Dibayar

25 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.