CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Mahasiswa UNPAS Gelar Teater Penuh Kritik Sosial

pri
5 Juli 2025
Kisah Guru Ideal di Tengah Kacau Balau Pendidikan, Teater Mahasiswa UNPAS Bikin Merinding. (Youngki/pasjabar)

Kisah Guru Ideal di Tengah Kacau Balau Pendidikan, Teater Mahasiswa UNPAS Bikin Merinding. (Youngki/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, www.pasjabar.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Pasundan (UNPAS) kembali menunjukkan kreativitas dan kepekaan sosial mereka melalui pagelaran sastra bertajuk “Hipokrisi Moral”.

Pementasan ini merupakan bagian dari ujian akhir mata kuliah Pagelaran Sastra yang digelar di Gedung Rumentang Siang, Bandung.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, pementasan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik sosial, terutama pada isu pendidikan di Indonesia yang dianggap belum berpihak sepenuhnya pada peserta didik.

Kritik Terhadap Sistem Pendidikan Jadi Sorotan Utama

Tema “Hipokrisi Moral” dipilih mahasiswa sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi dunia pendidikan.

Sutradara pementasan, Muhammad Riza RIzkulloh , menyebut bahwa ide cerita murni berasal dari mahasiswa.

Mereka mengangkat isu-isu sosial seperti pelecehan, gaji guru honorer, dan lemahnya perhatian terhadap kualitas pendidikan dasar.

Baca juga:   Unpas Jalin Kerja Sama Dengan Universitas Cipasung Tasikmalaya

“Tema ini muncul karena kondisi pendidikan kita belum optimal. Banyak hal yang masih perlu dibenahi, dan melalui pertunjukan ini, kami ingin menyuarakan hal itu,” ujar Riza.

Ia juga menyoroti bahwa proses persiapan berlangsung selama tiga bulan, dengan tantangan terbesar datang dari kurangnya kedisiplinan dalam latihan.

Karakter Rika: Simbol Perjuangan Guru Ideal

Adinda Malaika Cahyani, mahasiswa angkatan 2022 yang memerankan tokoh utama bernama Rika, menggambarkan karakternya sebagai sosok guru idealis yang ingin membawa perubahan.

“Rika adalah guru ambisius yang ingin memajukan sistem pendidikan, terutama di lingkungan tempat ia mengajar, SMP 7 Cibodong,” kata Adinda.

Dalam cerita, Rika menghadapi dilema karena murid-muridnya masih banyak yang belum bisa membaca, meski sudah duduk di bangku SMP.

Baca juga:   Kejati Jabar dan Unpas Sepakati Kerja Sama untuk Cetak Generasi Berintegritas

Hal ini menggambarkan ironi dalam sistem pendidikan yang belum berhasil memenuhi hak dasar siswa.

“Bagi Rika, membaca adalah dasar penting untuk membentuk manusia yang berkualitas. Dan ketika siswa belum mampu membaca, itu bukan hanya masalah siswa, tapi sistem yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia

Sebagai calon guru, Adinda juga menyoroti kompleksitas pendidikan nasional yang sering kali berubah-ubah tanpa arah yang jelas.

“Setiap ganti menteri, ganti kurikulum. Tapi yang harus beradaptasi terus-menerus adalah peserta didik dan guru. Ini melelahkan,” ucapnya.

Ia berharap ke depan, sistem pendidikan Indonesia memiliki visi yang lebih kuat dan tidak sekadar meniru negara lain.

Baca juga:   KA Ciremai Anjlok di Cikalong Wetan, Dipicu Longsor Tebing Tinggi

“Indonesia harus tahu arah pendidikannya sendiri. Kita harus paham kebutuhan bangsa kita, bukan hanya meniru luar negeri,” tutup Adinda.

Gedung Rumentang Siang, Simbol Ruang Seni Mahasiswa

Gedung Rumentang Siang dipilih sebagai lokasi karena aksesnya yang mudah dan fasilitasnya yang memadai.

Baik mahasiswa maupun dosen menilai gedung ini cocok untuk pementasan berskala mahasiswa, sekaligus menjadi upaya untuk terus menghidupkan budaya pementasan di Kota Bandung.

Ketua Prodi PBSI UNPAS, Setiawan, M.Pd., mengapresiasi pagelaran ini sebagai bentuk pendidikan apresiatif yang melatih mahasiswa tampil dan menyuarakan pesan moral.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya kampus.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Adinda Malaika CahyaniHipokrisi Moralkritik sosial mahasiswamahasiswa PBSIpagelaran sastraPendidikan IndonesiaRumentang Siangteater mahasiswa Bandungunpas


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sekolah Maung
HEADLINE

19 Sekolah di Jawa Barat Resmi Jadi Sekolah Maung 2026, Diterapkan di Tahun Ajaran Baru

7 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.