BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Kereta api KA Ciremai relasi Semarang–Bandung mengalami anjlok di kawasan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (2/4/2026) petang.
Peristiwa ini dipicu longsornya tebing setinggi sekitar 50 meter setelah diguyur hujan deras yang menutup jalur rel.
Insiden terjadi di sekitar kilometer 142, tidak jauh dari Terowongan Sasak Saat. Berdasarkan informasi di lapangan, rangkaian kereta yang terdiri dari 12 gerbong, termasuk lokomotif dan gerbong penumpang, terhenti sekitar 200 meter sebelum terowongan.
Kereta yang melaju menuju Bandung tersebut tertahan akibat material longsor yang menimpa bagian lokomotif dan menutup jalur rel. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun insiden sempat menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang.
Perjalanan KA Terganggu, Evakuasi Masih Berlangsung
Akibat kejadian KA Ciremai anjlok tersebut, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh mengalami gangguan. Beberapa perjalanan seperti rute Bandung–Jakarta maupun sebaliknya, serta KA Serayu relasi Purwokerto–Pasar Senen, terpaksa dihentikan sementara di sejumlah stasiun dan belum dapat melanjutkan perjalanan.
Masinis KA Ciremai, Ilham, mengungkapkan kondisi saat kejadian berlangsung.
“Kereta tiba-tiba berhenti karena di depan sudah tertutup material longsor,” ujarnya.
Saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas. Pembersihan material longsor menjadi prioritas utama agar jalur rel dapat segera kembali normal. Selain itu, petugas juga mengerahkan alat berat berupa crane rel untuk mempercepat proses penanganan rangkaian kereta yang terdampak.
Hingga Rabu malam, rangkaian kereta masih tertahan di lokasi kejadian sambil menunggu proses evakuasi dan pembersihan jalur selesai. Penumpang diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (uby)





