BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mulai menerapkan pendidikan karakter berbasis militer dalam kurikulum muatan lokal pada tahun ajaran baru 2025-2026.
Langkah ini diambil sebagai upaya membentuk kedisiplinan siswa secara menyeluruh dan merata di seluruh sekolah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Komisi V DPRD Jawa Barat. Yang mendorong agar pendidikan karakter tidak hanya berbentuk kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian dari struktur kurikulum.
Pendidikan kurikulum lokal ini nantinya akan melibatkan kerja sama dengan unsur TNI, sehingga siswa dapat merasakan langsung pembinaan kedisiplinan melalui pendekatan militer.
“Sarana dan prasarana di sekolah akan kami persiapkan, termasuk pelatihan bagi instruktur yang akan mendampingi proses pendidikan karakter,” kata Dedi Mulyadi.
Ia menambahkan, pendidikan karakter yang mengusung konsep Gerbang Panca Waluya ini telah terbukti membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab pada siswa.
Menariknya, siswa yang telah menyelesaikan pendidikan karakter Gerbang Panca Waluya akan memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan ke Akademi Militer. Hal ini karena karakter dan sikap kedisiplinan mereka dinilai telah terbentuk sejak dini.
“Pendidikan karakter ini membuka jalan untuk anak-anak Jawa Barat yang ingin menjadi prajurit. Tapi yang lebih penting, kita ingin mencetak generasi yang tangguh, berani, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” ujar Dedi Mulyadi.
Program ini diharapkan menjadi solusi atas tantangan pendidikan karakter di era digital. Sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar Jawa Barat. (uby)







