BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Operasi Patuh Lodaya 2025 resmi dimulai. Di hari pertamanya, operasi yang digelar Satlantas Polrestabes Bandung diwarnai dengan aksi sejumlah pengendara yang nekat kabur saat hendak diberhentikan petugas.
Kejadian tersebut berlangsung di ruas Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (14/7/2025).
Pantauan di lokasi, beberapa pengendara sepeda motor terlihat memacu kendaraan mereka agar lolos dari pemeriksaan. Mereka mencoba menghindari razia dengan berbalik arah atau melaju kencang saat mendekati petugas.
Meskipun ada yang berhasil melarikan diri, beberapa lainnya berhasil dihentikan dan langsung menjalani pemeriksaan surat-surat kendaraan.
Menurut informasi dari pihak kepolisian, sejumlah pelanggaran langsung terpantau saat operasi berlangsung.
Di antaranya adalah pengendara yang tidak mengenakan helm, kendaraan tanpa pelat nomor, lampu utama mati. Hingga pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman.
Namun, dalam operasi yang berlangsung selama tiga jam ini, polisi masih bersikap persuasif. Total ada 60 pengendara yang tercatat melanggar aturan lalu lintas, tetapi mereka hanya diberikan surat teguran, bukan tilang.
“Untuk hari pertama Operasi Patuh Lodaya 2025, kami baru memberikan teguran tertulis terhadap 60 pelanggar. Nama dan data mereka kami catat. Jika nanti terjaring kembali dalam operasi berikutnya, akan langsung diberikan sanksi tilang,” ujar IPTU Roni, Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Bandung.
Operasi Patuh Lodaya 2025 ini sendiri merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Kepolisian berharap masyarakat lebih disiplin dalam berkendara demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Petugas juga mengimbau seluruh pengendara untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan serta mematuhi rambu dan etika berkendara. Selain itu, penggunaan helm dan sabuk pengaman wajib dipatuhi agar tidak menimbulkan risiko fatal jika terjadi kecelakaan.
Operasi Patuh Lodaya 2025 direncanakan berlangsung selama dua pekan ke depan. Fokus utama operasi ini adalah penegakan hukum. Terhadap pelanggaran kasat mata serta peningkatan edukasi lalu lintas bagi masyarakat. (ave)







