Oxford United Gagal Juara Piala Presiden 2025
www.pasjabar.com — Klub asal Inggris, Oxford United, harus puas menjadi runner-up di ajang Piala Presiden 2025. Pada laga final yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (13/7/2025), Oxford menyerah 1-2 dari Port FC, wakil Liga Thailand. Kekalahan ini menutup rangkaian tur tiga laga mereka di Indonesia tanpa trofi.
Sebelumnya, tim asuhan Gary Rowett tampil meyakinkan di fase grup dengan mengalahkan Indonesia All Star 6-3 dan menghajar Arema FC 4-0. Sayangnya, di laga pamungkas, performa Oxford tidak maksimal dan harus mengakui keunggulan klub milik Madam Pang.
Lapangan Buruk Jadi Alasan Kekalahan?
Usai pertandingan, pelatih Oxford Gary Rowett tak segan menyampaikan kritik pedas terhadap kondisi lapangan di Stadion Si Jalak Harupat. Menurutnya, lapangan yang tidak layak menjadi salah satu penyebab kegagalan timnya dalam memainkan strategi terbaik.
“Beri tahu saya bagaimana Anda bermain sepak bola dalam lapangan seperti itu,” ucap Rowett dikutip dari Oxford Mail. Permukaan rumput yang tampak tidak rata, bahkan berwarna hijau kehitaman secara visual, menjadi sorotan utama.
Padahal, stadion ini pernah menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023, namun tampaknya kualitasnya tidak terjaga karena tidak digunakan secara reguler oleh klub seperti Persib Bandung.
Kalah Meski Unggul Lebih Dulu
Di partai final, Oxford sempat unggul lebih dahulu lewat Mark Harris, striker Timnas Wales, saat laga memasuki menit ke-10. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Port FC bangkit dan membalikkan keadaan lewat gol Teerasak Poeiphimai dan Perea Vargas—meski mereka bermain dengan 10 orang usai Tanaboon Kesarat dikartu merah.
Oxford juga mendapat sorotan dari segi keselamatan pemain. Setelah Ole Romeny mengalami cedera akibat tekel keras di laga sebelumnya, kali ini Brian de Kaersmaecker juga menjadi korban tekel brutal dari Kesarat, meski beruntung tidak mengalami cedera.
Evaluasi Panitia Piala Presiden Diperlukan
Meski tetap menghormati atmosfer turnamen dan lawan-lawannya, Rowett menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah keselamatan pemain. “Yang pertama dan utama adalah memastikan semua pemain keluar tanpa terluka,” tegasnya.
Kritik dari tim tamu seperti Oxford United menjadi sinyal kuat bahwa penyelenggara Piala Presiden perlu mengevaluasi kualitas lapangan dan infrastruktur, terutama jika ingin mempertahankan reputasi internasional turnamen ini di masa mendatang.







