CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Sekilas Paguyuban Pasundan: Potensi Sejarah (2)

Hanna Hanifah
20 Juli 2025
Paguyuban Pasundan

Paguyuban Pasundan melantik Dewan Pangaping dan Pengurus Cabang se-Jawa Barat dan Banten untuk masa bakti 2025–2030, Rabu (25/6/2025). (foto: han/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Prof Didi Turmudzi
Ketua Umum Paguyuban Pasundan Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si. (foto: pasjabar)

WWW.PASJABAR.COM – (Sejarah Paguyuban Pasundan) Pada tanggal 28 Oktober 1928, Paguyuban Pasundan, mendorong para nonoman Sunda untuk turut serta dalam pendeklarasian Sumpah Pemuda.

Ketua Umum Paguyuban Pasundan R. Otto Iskandar Dinata bersama Gatot Mangkupradja pada tahun 1943 mendirikan Pembela Tanah Air Peta). Peta da KNIL merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia.

Dalam sejarah sidang Volksraad (1931) Paguyuban Pasundan menyampaikan manifest politik berdasarkan hasil Kongres di Bogor:

  1. Paguyuban Pasundan mengakui hak tiap-tiap suku bangsa Indonesia untuk memelihara sifatnya (etnologis dan kultural) masing-masing.
  2. Mengingat nasib yang sama dari seluruh Indonesia, Paguyuban Pasundan menganjurkan adanya satu perjuangan politik.
  3. Paguyuban Pasundan menginsyafi pertumbuhan Kesatuan Indonesia.
  4. Paguyuban Pasundan senantiasa berdaya upaya memperteguh dan menyempurnakan front kesatuan politik.
Baca juga:   Monitoring Uji Tera BBM Menjelang Libur Nataru

Paguyuban Pasundan juga turut serta dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan. Dalem Bandung, Wiranatakusumah yang saat itu menjadi Ketua Para Bupati se Indonesia meminta kepada Soekarno. Untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia (Proklamasi).

Otto Iskandar Dinata, Ketua Umum Paguyuban Pasundan mengumandangkan pekik “Merdeka”. Dan setelah merdeka Otto Iskandar Dinata dalam sidang Volksraad mengusulkan agar secara aklamasi Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Di saat itulah secara resmi Soekarno-Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden Negara Republik Indonesia. Dalam kabinet pertama, Otto Iskandar Dinata diangkat menjadi Menteri Negara pertama.

Namun sayang, perjalanan panjang perjuangan Otto Iskandar Dinata dalam menegakkan kemerdekaan diakhiri dengan kejahatan politik.

Otto Iskandar Dinata dijemput atas nama undangan Presiden untuk rapat, nyatanya beliau diculik entah oleh kelompok mana, dibawa ke Pantat Mauk Tangerang yang jasadnya tidak diketahui sampai sekarang.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Sosial Unpas Ahmad Jazuli Abdillah: Strategi Implementasi Kebijakan Revitalisasi Kawasan Banten Lama

Sebagai penghargaan kepada Pahlawan Bangsa, sebagai simbolisme bagian pasir di pantai mauk, dibawa ke pasir pahlawan Lembang.

Di tempat itulah keluarga besar Paguyuban Pasundan berziarah setiap tanggal 20 Desember. Untuk memanjatkan doa dan bermunajat kepada Allah SWT, semoga perjuangan almarhum diterima sebagai ibadah hamba-Nya.

Puncak Keterlibatan Kepolitikan

Puncak sejarah keterlibatan Paguyuban Pasundan dalam kepolitikan nasional, yaitu ketika Kongres tahun 1949 di Bandung, mengubah nama Paguyuban Pasundan dengan “Partai Kebangsaan Indonesia (Parki)”.

Partai Kebangsaan Indonesia (Parki) didirikan untuk meluruskan bahwa Paguyuban Pasundan yang berubah menjadi Parki tidaklah sukuisme.

Serta wujud perlawanan kepada Belanda yang masih berambisi mengangkangi bangsa Indonesia. Untuk memecah belah integritas dan kemerdekaan yang telah ditasdikkannya.

Baca juga:   Mahasiswa DKV Unpas Pamerkan Karya UAS dalam Pameran Tiga Hari

Pada tahun 1956, berdasarkan Kongres, Parki berubah lagi menjadi Paguyuban Pasundan. Penggal sejarah tadi, makin membuktikan bahwa Paguyuban Pasundan sejak semula bukanlah sebuah organisasi kesukuan yang picik.

Ir. Djuanda, ketika beliau menjadi Perdana Menteri RI dan juga menjabat Sekjen Paguyuban Pasundan, pada 13 Desember 1957 melahirkan “Deklarasi Djuanda”.

Beliau berjuang melawan penjajah dengan kekuatan diplomasi. Dengan “Deklarasi Djuanda” luas daratan Indonesia semula + 2 juta Km² menjadi 5,7 juta Km². Perairan Indonesia semula 3 mil menjadi 12 mil.

Deklarasi Djuanda telah menyatukan seluruh wilayah yang ada di Nusantara. Oleh karena itu, setiap tanggal 13 Desember Paguyuban Pasundan memperingati Deklarasi Djuanda. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: milangkala paguyuban pasundanMilangkala Paguyuban Pasundan Ke-112paguyuban pasundanPascasarjana Universitas Pasundansejarah Paguyuban PasundanSTKIP Pasundan CImahiuniversitas pasundanunpas


Related Posts

IKA Unpas 2026
HEADLINE

Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

10 Mei 2026
Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.