# paguyuban pasundan dari masa ke masa
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Sejak berdiri pada tahun 1913, Paguyuban Pasundan telah melalui berbagai fase sejarah dan dinamika bangsa.
Oleh karenannya Paguyuban Pasundan menjadi salah satu organisasi tertua dan paling berpengaruh dalam memajukan budaya Sunda, pendidikan, dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Dalam rangka Milangkala Paguyuban Pasundan ke-112, Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Didi Turmudzi, menegaskan kembali peran penting organisasi ini dalam menghadapi tantangan zaman.
“Paguyuban Pasundan dari awal berdiri sudah memiliki misi besar, yakni memerangi kebodohan, memperjuangkan pendidikan, dan melestarikan budaya Sunda. Hari ini, misi itu tetap hidup, bahkan menjadi semakin relevan,” ujarnya.
Didi menyampaikan bahwa tantangan generasi saat ini bukan lagi penjajahan dalam bentuk fisik, tetapi ancaman
imperialisme baru yang menyerang melalui arus digital, budaya populer, dan pengaruh ekonomi global.
“Imperialisme baru jauh lebih berbahaya. Anak muda sekarang banyak yang tidak sadar betapa beratnya menghadapi ini,” katanya.
Pendidikan Ujung Tombak
Dalam konteks inilah, pendidikan menjadi ujung tombak perjuangan Paguyuban Pasundan.
Saat ini, organisasi ini mengelola lebih dari 120 sekolah di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, bahkan telah membuka lembaga pendidikan hingga ke luar provinsi seperti di Bali.
“Kita ingin membangun SDM yang unggul. Pendidikan bukan sekadar soal nilai, tapi bagaimana anak didik punya semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan karakter kuat untuk menghadapi zaman,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu dan teknologi, serta pembangunan karakter yang kuat: “Kudu loba kanyaho, kudu jarambah, kudu loba kahayang, loba pangabisa.”
Paguyuban Pasundan dari masa ke masa telah menyesuaikan langkahnya dengan perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada akar budaya Sunda.
Dalam usianya yang ke-112, organisasi ini tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus berinovasi demi kejayaan masyarakat Sunda di masa depan.
“Paguyuban Pasundan akan terus menjadi rumah besar bagi masyarakat Sunda, menjadi pelindung nilai-nilai luhur, dan penggerak perubahan menuju masa depan yang lebih cerah,” tuturnya. (tie)







