CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Panen Raya Cabe Paprika dan Ternak Hamster: Paguyuban Pasundan Dorong Ekonomi Rakyat Kabupaten Bandung

Yatti Chahyati
30 Juli 2025
Panen raya cabai Paprika dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi, M.Si, didampingi para Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dan juga pengurus Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung, didampingi Ketua Kelompok Tani Kahuripan, Sugianto. (FOto : tie/Pasjabar)

Panen raya cabai Paprika dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi, M.Si, didampingi para Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dan juga pengurus Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung, didampingi Ketua Kelompok Tani Kahuripan, Sugianto. (FOto : tie/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Paguyuban Pasundan Bersama Kelompok Tani Kahuripan menyelenggarakan panen raya Cabe Paprika dan juga ternak Hamster, di Kampung Ciaul Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (30/7/2025).

Panen raya tersebut sebagai salah satu misi Paguyuban Pasundan dalam memerangi kemiskinan yang dilaksanakan oleh Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung.

Panen raya cabai Paprika dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof.Dr.H.M.Didi Turmudzi, M.Si, didampingi para Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dan juga pengurus Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung, didampingi Ketua Kelompok Tani Kahuripan, Sugianto.

Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si. mengapresiasi kegiatan tersebut. Itu karena dirinya tidak menyangka salah satu cabang di daerah bisa mengembangkan potensi besar melalui budidaya cabai paprika.

“Hari ini saya merasa bahagia, kaget, dan kagum. Luar biasa. Potensi seperti paprika ini dapat menjadi inspirasi seluruh cabang Paguyuban Pasundan di Jawa Barat,” ungkapnya usai panen raya.

Menurutnya, program ini sejalan dengan misi besar organisasi, yakni memerangi kemiskinan dan kebodohan.

Baca juga:   Muti Duta STKIP Pasundan Cimahi Ingin Jadi Generasi Berkualitas

Ia juga mendorong seluruh sekolah Pasundan di Kabupaten Bandung untuk menyebarkan semangat kewirausahaan melalui pertanian itu untuk mahasiswa dan siswa di lingkungan Pasundan.

“Kewirausahaan akan melahirkan inovasi, dan inovasi menghadirkan rezeki. Ini harus dimulai dari rumah dan sekolah,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya hal tersebut sebaiknya dilakukan diseluruh cabang Paguyuban Pasundan.

“Bayangkan jika ini dilakukan oleh pengurus Cabang kabupaten Bandung ini menyebar ke anak anak cabangnya, dan lain di Jawa Barat. oleh karena itu kami ingin potensi potensi ini, atau ikhtiar- ikhtiar yang telah dilakukan Cabang Kabupaten Bandung ini, menginspirasi, memotivasi, bagi seluruh cabang yang ada di Jawa Barat,” tegasnya.

Pelatihan Pertanian untuk Siswa

Prof, Didi Turmudzi juga berharap jika seluruh cabang dilatih untuk pengembangan kewirasusahan pertanian di tingkat cabang, terutama anak-anak cabang serta siswa Pasundan.

“Kalau warga Pasundan di Kabupaten Bandung, termasuk di tiap-tiap rumah mau melakukan ini, maka akan mengurangi kemiskinan di Indonesia, ini luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kahuripan, Sugianto, menjelaskan bahwa ide menanam paprika berangkat dari realitas bahwa petani sering mengalami kerugian akibat pola tanam konvensional.

Baca juga:   Dishub - BI Jabar Rancang Pilot Project Digitalisasi Transportasi

“Kita coba paprika karena hasilnya menjanjikan. Panen perdana ini mencapai 4,5 kuintal. Sebelumnya kami uji coba dengan 1,5 kuintal. Total lahan yang ditanami sekitar 70 tumbak,” jelasnya.

Selain paprika, Sugianto bersama timnya juga mengembangkan peternakan hamster, yang kini menjadi komoditas bernilai tinggi.

“Pasar minta 5.000 ekor per minggu, tapi kita baru bisa suplai 1.000 ekor. Ini peluang luar biasa,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, mereka juga mengembangkan ternak kelinci, ayam kampung, hingga marmot. Semua dikembangkan dari modal pribadi agar tumbuh rasa memiliki di masyarakat.

“Kami ingin membuktikan bahwa inovasi pertanian dan peternakan tidak hanya milik kalangan elit, tapi bisa dimulai dari kampung,” katanya.

Dirasakan Masyarakat

Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung, Asep Wanda Santika, menyebutkan gerakan tersebut adalah bentuk nyata kehadiran paguyuban dalam menyelesaikan persoalan sosial.

“Kita ingin keberadaan Paguyuban Pasundan benar-benar dirasakan masyarakat. Pendidikan kita sudah punya, kini saatnya ekonomi kerakyatan yang kita bangun,” jelasnya.

Baca juga:   FEB Unpas Teken MoA dengan 7 Perguruan Tinggi di Bali

“Sebetulnya ide ini muncul ketika saya dilantik menjadi Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Kabupaten Bandung, maka otomatis sebagai ketua harus ikut berpikir, bagaimana untuk meraih atau mencapai daripada visi misi Paguyuban Pasundan yang sudah digaungkan oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan,” jelasnya.

Ia menuturkan jika hal itu merupakan bagian dari uji coba untuk pertanian, salah satunya menanam cabai paprika.

“Hasilnya alhamdulillah bagus, dan nanti kita di waktu yang akan datang akan kita didik semua pengurus anak cabang se-Kabupaten Bandung agar nanti  ilmu ini bisa dilakukan di kecamatan kita masing masing untuk dikembangkan Kembali,” tuturnya.

Perternakan Hamster

Yang kedua, menurut Asep adanya peternakan hamster, yang saat ini dapat membantu perekonomian masyarakat.

“Bahkan dengan modal yang tidak besar, namun mampu mengangkat ekonomi Masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Milangkala Paguyuban Pasundan ke-112, sebagai momentum untuk terus menjaga komitmen dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan di Jawa Barat. (tie/han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: ekonomi kerakyatanInovasi Desakabupaten bandungkewirausahaanmilangkalapaguyuban pasundanPanen RayaPaprikaPeternakan Hamsterprof didi turmudzi


Related Posts

Pelantikan Paguyuban Pasundan Papua
HEADLINE

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Wilayah Paguyuban Pasundan se Tanah Papua

25 April 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
pasundan law fair 2026
HEADLINE

Pasundan Law Fair 2026 Sukses Digelar, Ajang Nasional Adu Gagasan dan Kompetensi Mahasiswa Hukum

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.