CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKREATIF

1984 Karya George Orwell: Ketika Bahasa, Sejarah, dan Pikiran Jadi Senjata

Tiwi Kasavela
3 Agustus 2025
1984 Karya George Orwell: Ketika Bahasa, Sejarah, dan Pikiran Jadi Senjata

Pada Kamis (31/7/2025), Komunitas Sindikasi Aksara kembali menggelar sesi Bedah Buku ke-7 : 1984 (tiwi/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— “1984 bukan sekadar cerita fiksi. Ia adalah alarm moral tentang bagaimana bahasa, sejarah, dan pikiran bisa dijadikan senjata.”
— Syamsi Muhamad Ramdani

Pada Kamis (31/7/2025), Komunitas Sindikasi Aksara kembali menggelar sesi Bedah Buku ke-7 melalui siaran langsung Instagram. Kali ini, yang dibedah adalah 1984, novel legendaris karya George Orwell, bersama narasumber Syamsi Muhamad Ramdani dan host Siti Nuzulia Astiti Purwanto.

Baca juga:   “Pokoknya Rekayasa Literasi”: Bahasa, Kuasa, dan Harapan di Tengah Krisis Apresiasi

Dalam dunia fiktif yang diciptakan Orwell, masyarakat hidup dalam cengkeraman totalitarianisme. Negara, yang dikendalikan oleh “Big Brother”, mengatur segalanya mulai dari bahasa, informasi, hingga isi pikiran warganya.

Tokoh utama, Winston Smith, berusaha melawan sistem, meski hanya melalui pikiran dan kenangan yang pelan-pelan dikikis.

Menurut Syamsi, Orwell bukan sedang mengampanyekan liberalisme, tapi mengirimkan peringatan keras tentang bahaya ekstremisme kekuasaan.

Baca juga:   Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

Ia menyoroti bagaimana penguasa bisa membentuk persepsi publik dengan cara mengatur narasi sejarah dan memanipulasi bahasa. “Who controls the past controls the future; who controls the present controls the past”—sebuah kutipan yang, menurut banyak peserta, sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Interaksi dengan peserta diskusi pun sangat dinamis. Banyak yang menilai bahwa 1984 terasa begitu dekat dengan kenyataan: pengawasan massal, polarisasi media, hingga fleksibilitas kebenaran yang bisa “dinegosiasikan”.

Baca juga:   Kiat Rere Mahasiswi STKIP Pasundan Konsisten Dapat IPK Tinggi

Orwell memang menulis fiksi, tapi banyak yang merasa kini kita tengah menghidupi sebagian kenyataannya.

Sebagian besar poin-poin penting dari diskusi ini telah dirangkum dalam resume singkat. Namun untuk pengalaman penuh, siaran ulang dapat disaksikan melalui reels Instagram @sindikasi.aksara

(tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Tiwi Kasavela
Tags: 1984bedah bukuGeorge Orwellsindikasi aksara


Related Posts

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

24 Desember 2025
Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang

18 Desember 2025
Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang
PASKREATIF

Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang

9 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.