CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

YMT Bantah Isu Bayi Orang Utan Tama Kelaparan di Bandung Zoo

Hanna Hanifah
9 Agustus 2025
Bayi Orang Utan Tama

Foto tim bantuan keeper dari manajemen baru, YMT John Sumampauw yang sedang bekerja menyiapkan dan memberikan pakan pada satwa Bandung Zoo Rabu (6/8/2025) pagi. (foto: ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) membantah tuduhan yang beredar di media sosial mengenai kondisi bayi orang utan bernama Tama di Bandung Zoo.

Video yang menarasikan bayi Orang Utan Tama kelaparan dan dikunci di ruangan tanpa pengasuh pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, dinilai sebagai klaim tidak berdasar. Dan upaya framing yang merugikan manajemen YMT di bawah kepemimpinan Ketua Pengurus John Sumampauw.

Dalam siaran pers resminya, YMT menyebut video tersebut memuat informasi yang menyesatkan publik. Dan diperkirakan dibuat dengan tujuan merusak reputasi lembaga.

“Kami melihat ini sebagai bentuk framing yang amat jahat terhadap manajemen Yayasan Margasatwa Tamansari,” tulis pernyataan resmi yang diterima, Jumat (8/8/2025).

Klaim Kelaparan Dinilai Tidak Benar

YMT menegaskan bahwa Tama mendapatkan perawatan dan pemenuhan nutrisi secara rutin. Berdasarkan catatan log harian, pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025, Tama sudah diberi makan pada pukul 06.56 WIB.

Baca juga:   Darul Hikam Donasikan Pakan Untuk Satwa di Kebun Binatang Bandung

Saat ini, di usianya yang hampir 8 bulan, Tama mengonsumsi susu pengganti dan makanan padat. Yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya hingga jadwal makan berikutnya.

Dokter hewan yang merawat Tama sejak lahir, drh. Josephin Bernadette, menyampaikan bahwa bayi orang utan yang kenyang akan tertidur pulas.

“Jika anakan orang utan kelaparan, dia akan menangis, berteriak, atau merangkak keluar dari boksnya mencari pertolongan. Teriakan anakan orang utan itu sangat keras dan seharusnya terdengar dari luar pintu,” jelasnya.

Josephin menambahkan, dalam video yang beredar, Tama terlihat tertidur dengan nyaman dan baru terbangun karena keributan orang-orang yang memasuki ruangan, bukan karena rasa lapar.

Baca juga:   Sunyi di Kebun Binatang Bandung: Satwa Tenang, Karyawan Gelisah Menanti Kepastian

Tidak terdengar suara tangisan khas bayi orang utan, melainkan narasi provokatif seperti “kasih minum, kasih makan, ngopiiiii…” yang diiringi tawa.

Hal ini, menurut YMT, memperkuat dugaan bahwa video tersebut dibuat bukan atas dasar kepedulian. Tetapi dengan niat menjatuhkan nama baik.

SOP Klinik Satwa Soal Ruangan yang Dikunci

Terkait tuduhan bahwa Tama “dikunci” di ruangan, YMT menegaskan hal itu adalah bagian dari prosedur standar operasional (SOP) di klinik satwa.

Ruangan akan dikunci saat tidak ada penjaga (keeper) yang bertugas untuk mencegah satwa keluar tanpa pengawasan. Dan menghindari masuknya pihak yang tidak berkepentingan.

“Ini adalah prosedur keselamatan satwa, bukan bentuk penelantaran,” jelas pihak manajemen dalam rilisnya.

Dugaan Motif di Balik Penyebaran Video

Pihak YMT juga menyinggung konteks yang mengiringi penyebaran video. Insiden ini disebut bertepatan dengan upaya Ketua Pengurus YMT, John Sumampauw, mengamankan aset milik Pemerintah Kota Bandung.

Baca juga:   FOTO : Kebun Binatang Bandung Tambah Koleksi Merak

Saat tim bantuan keeper dari manajemen baru tengah memberi pakan dan membersihkan kandang, oknum dari manajemen lama disebut memaksa masuk dan mengusir mereka.

Manajemen menduga ada keterkaitan antara insiden tersebut dengan beredarnya video yang memuat tuduhan terhadap perawatan Tama.

“Kami meyakini video ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk merusak reputasi kami,” tulis YMT.

Imbauan pada Masyarakat

Menutup pernyataan, YMT meminta masyarakat bersikap bijak dan berhati-hati menyikapi isu yang beredar di media sosial. Lembaga ini juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kesejahteraan satwa.

“Kami akan terus memastikan Tama dan seluruh satwa di Bandung Zoo mendapatkan perawatan terbaik,” tegas pihak manajemen. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: bandung zooBayi Orang Utan TamaOrang UtanTamaYMT


Related Posts

Bandung Zoo
HEADLINE

Pemkot Bandung Buka Kerja Sama Pengelolaan Bandung Zoo Modern

11 April 2026
Operasional Bandung Zoo
PASBANDUNG

Gubernur Dedi Mulyadi Lunasi Dua Bulan Gaji Karyawan Bandung Zoo Sekaligus

6 April 2026
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ono Surono Panggil BKSDA dan Dinas Kehutanan Buntut Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo

27 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.