CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Mahasiswi Unpas Ini Bangun Personal Branding dan Komunitas Berdaya

Hanna Hanifah
11 Agustus 2025
unpas

Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Unawekla Marliene Susianikita, atau Una, Mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP Unpas ini menjadi sosok multitalenta. (foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Unawekla Marliene Susianikita, atau akrab disapa Una, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (Unpas) ini menjadi sosok multitalenta.

Ia menjadi content creator, pembicara publik, mentor pelajar, sekaligus pendiri komunitas yang fokus pada kesehatan mental dan pemberdayaan perempuan.

“Aku percaya bahwa personal branding itu bukan pencitraan. Tapi tentang menciptakan versi terbaik dari diriku melalui proses,” ujar Una dengan tatapan mantap, dilansir dari unpas.ac.id.

Aktif di Kampus, Menginspirasi di Masyarakat

Tak hanya dikenal di lingkungan akademik, Una juga aktif sebagai Duta Kampus Unpas dan menjadi pembicara di berbagai forum. Baik di tingkat kampus maupun kota.

Ia membina pelajar se-Kota Bandung melalui Forum OSIS. Sebuah wadah yang mendorong kepemimpinan dan kreativitas generasi muda.

Baca juga:   Amanda Mahasiswi FH Unpas Bersyukur Dengan Apa yang Dimiliki

Di dunia digital, Una membangun komunitas yang hangat dan empatik melalui akun Instagram pribadinya.

Konten yang ia unggah selalu konsisten mengangkat tema woman self-improvement, bukan sekadar transformasi fisik. Melainkan perubahan mindset, kemandirian, dan rasa percaya diri sebagai perempuan.

Komunitas untuk Mendengar dan Didengar

Dari kepeduliannya terhadap kesehatan mental dan pemberdayaan perempuan, lahirlah dua komunitas yang ia gagas: tman.cerita dan perempuanberani.id.

Keduanya berfungsi sebagai “rumah aman” bagi siapa saja—terutama perempuan muda—yang ingin berbagi cerita hidup. Mencari dukungan emosional, atau mengembangkan potensi diri.

“Personal branding adalah cara aku memperkenalkan value, bukan hanya tampilan. Aku ingin orang mengenal aku sebagai perempuan yang peduli pada perkembangan diri. Dan jadi penyemangat untuk perempuan lain,” jelasnya.

Memulai dari Nol

Perjalanan membangun citra diri ini tidak dimulai dari strategi besar. Una mengaku awalnya hanya membuat unggahan sederhana—video pendek dan kutipan dari catatan harian—tanpa memahami niche atau kerangka konten.

Baca juga:   Link dan Jadwal Pengumuman SNMPTN 2022

Namun, konsistensi membuat jalannya terbuka.

Kini, Instagram menjadi platform utama yang ia kelola, meskipun ia juga hadir di TikTok dan YouTube. Pilihan fokus ini memungkinkan pesan yang disampaikan lebih tajam dan konsisten.

Keunikan Una terletak pada pembawaan kontennya yang lembut dan empatik, tapi tetap menyampaikan pesan yang kuat.

Tantangan dan Kritik

Di balik pencapaian, ada tantangan yang tak sedikit. Perubahan fase hidup, tekanan dari luar, hingga pergulatan internal kerap memaksanya mengatur ulang energi dan emosi. Meski demikian, ia belajar menjaga konsistensi dan mengelola kritik.

“Selama itu masukan yang baik, aku terima. Kalau hanya hate speech, aku tidak ambil pusing,” ujarnya santai.

Baca juga:   Promosi Doktor Ilmu Sosial Dyah Bayu Framesthi Kaji Strategi Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Banjir di Bandung Timur

Gap year selama dua tahun membuatnya belum lulus di waktu yang semestinya.

Namun personal branding yang ia bangun membuka banyak kesempatan: undangan menjadi pembicara. Kolaborasi dengan lembaga dan komunitas, hingga peliputan oleh media nasional.

Pesan untuk Pemula

Bagi mereka yang baru ingin membangun personal branding, mahasiswi Unpas ini menekankan pentingnya mengenal diri.

“Coba analisis SWOT diri kita. Petakan siapa kita, mau dikenal sebagai siapa, dan value apa yang ingin dibagikan. Jangan tunggu sempurna untuk memulai, karena small progress is still progress,” pesannya.

Dari ruang kelas kampus hingga forum publik, dari unggahan sederhana hingga komunitas yang berdampak, kisah Unawekla Marliene Susianikita menjadi bukti nyata.

Bahwa proses dan konsistensi bisa mengubah langkah kecil menjadi gerakan yang menginspirasi banyak orang. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Fisip Unpasmahasiswi unpasuniversitas pasundanunpas


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.