CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jelang 17 Agustus, Penjualan Tiang Panjat Pinang di Bandung Anjlok

Uby
14 Agustus 2025
tiang panjat pinang

Tiga hari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, sejumlah pengrajin tiang panjat pinang di Kota Bandung, mengaku merana akibat sepinya pembeli. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Tiga hari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sejumlah pengrajin tiang panjat pinang di Kota Bandung, Jawa Barat, mengaku merana akibat sepinya pembeli.

Tradisi lomba panjat pinang yang biasanya menjadi salah satu perlombaan paling meriah saat perayaan 17 Agustus. Tahun ini tampaknya tak mampu mendongkrak penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Di kawasan Jalan Kiaracondong, yang dikenal sebagai salah satu sentra pengrajin tiang panjat pinang, para perajin mengeluhkan penurunan drastis jumlah pesanan.

Baca juga:   Pedagang Pasar di Bandung Mulai di Vaksin

Jika pada tahun lalu mereka bisa menjual antara 100 hingga 200 tiang setiap harinya menjelang 17 Agustus, kini jumlah tersebut anjlok menjadi hanya sekitar 25 hingga 50 tiang per hari.

Menurut Wahyu, salah seorang pengrajin tiang panjat pinang, melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama penurunan penjualan.

Ia menyebut, meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari membuat warga mengurangi sumbangan. Untuk kegiatan perayaan HUT RI di lingkungan mereka. Akibatnya, anggaran untuk perlombaan seperti panjat pinang pun ikut dipangkas.

Baca juga:   Kabar Baik dan Buruk Jelang Laga Persib Vs Arema

“Kebutuhan sekarang serba mahal, jadi iuran warga untuk lomba-lomba 17 Agustus berkurang. Imbasnya, permintaan tiang panjat pinang ikut menurun,” ungkap Wahyu.

Selain sepinya pembeli, para pengrajin juga dibebani biaya pengangkutan dan pengiriman yang meningkat. Hal ini membuat margin keuntungan mereka semakin tipis dan omzet pun berkurang.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya bisa lumayan untung, sekarang untuk nutup ongkos kirim saja susah,” tambahnya.

Baca juga:   Susu Ijan Pungkur, Ikon Kuliner Tempo Dulu Bandung yang Legendaris

Meski demikian, para pengrajin tetap berharap penjualan akan meningkat di detik-detik terakhir menjelang 17 Agustus.

Tradisi panjat pinang yang sudah mengakar di tengah masyarakat masih menjadi harapan bagi mereka. Untuk mengais rezeki di momen setahun sekali ini. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: pengrajin tiang panjat pinangtiang panjat pinangTradisi lomba panjat pinang


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.