CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ajakan Demo Tanggal 25 Agustus 2025 Viral, Benarkah Akan Terjadi?

Hanna Hanifah
23 Agustus 2025
demo tanggal 25 agustus 2025

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Jagat media sosial diguncang oleh seruan aksi demo besar pada tanggal 25 Agustus 2025. Seruan ini berisi ajakan kepada masyarakat untuk turun ke jalan mendesak Presiden Prabowo Subianto membubarkan DPR RI.

Namun hingga saat ini, belum ada organisasi resmi yang mengonfirmasi keterlibatan atau penyelenggaraan aksi tersebut.

Ajakan tersebut tersebar luas melalui WhatsApp dan unggahan di platform X (Twitter), dengan titik aksi yang disebut-sebut berpusat di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Beberapa akun bahkan menyebarkan imbauan teknis kepada calon peserta untuk menggunakan plastik atau polybag sebagai pelindung kepala dari kemungkinan tembakan gas air mata.

Salah satu unggahan yang menjadi sorotan datang dari akun @NenkMonica yang menulis:
“Demo Akbar Mahasiswa, rakyat, buruh, KSPI di Gedung DPR-RI pada tanggal 25 Agustus 2025…”.

Pemicu: Isu Tunjangan DPR

Gelombang protes maya ini bermula dari isu tunjangan perumahan anggota DPR yang disebut mencapai Rp50 juta per bulan. Kabar tersebut dengan cepat memantik amarah publik, terutama di tengah pembahasan anggaran negara yang sensitif.

Baca juga:   Pemkot Bandung dan ITB Kerja Sama Benahi Kota, Begini Langkahnya

Ketua DPR RI Puan Maharani membantah adanya kenaikan gaji. Menurutnya, tunjangan tersebut hanya bersifat kompensasi setelah rumah jabatan anggota DPR dikembalikan ke negara.

“Tidak ada kenaikan gaji. Ini hanya kompensasi karena rumah sudah dikembalikan,” jelas Puan, Jumat (22/8/2025).

Wakil Ketua DPR Adies Kadir menambahkan, besaran tunjangan Rp50 juta dianggap wajar mengingat tingginya biaya sewa hunian di sekitar Senayan. Pernyataan ini justru semakin memicu perdebatan publik.

Klarifikasi: Demo 25 Agustus Masih Abu-Abu

Meski narasi “demo akbar” viral, hingga kini tidak ada aliansi mahasiswa maupun kelompok buruh yang menyatakan siap turun ke jalan pada 25 Agustus.

  • BEM SI Kerakyatan memastikan tidak ikut serta. Koordinator medianya, Pasha Fazillah Afap, menegaskan:
Baca juga:   Administrasi Negara: Administrasi Negara pada Masa Rasul

“Tidak benar akan ada demo 25 Agustus, karena aksi sudah kami lakukan 21 Agustus.”

  • Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, juga menyatakan bahwa seruan itu masih sebatas wacana.

“Masih dalam perencanaan.”

  • Buruh justru memilih tanggal berbeda. Presiden Partai Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi 28 Agustus 2025. Aksi tersebut akan menyoroti isu Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah (Hostum), dengan perkiraan 10 ribu buruh turun di Jakarta serta aksi serentak di berbagai daerah industri besar, mulai dari Bandung, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Analisis Pengamat

Pengamat politik UGM, Dr. Mada Sukmajati, menilai seruan “bubarkan DPR” lebih merefleksikan kekecewaan publik daripada tuntutan realistis.

Baca juga:   Kerusakan Taman di Bandung Akibat Demo Capai Rp200Juta

“Narasi ini adalah ekspresi frustrasi. Meski tidak realistis, ini alarm serius bagi DPR untuk lebih transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara pihak Istana melalui Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menegaskan pemerintah tidak akan ikut campur karena urusan tunjangan DPR merupakan ranah Kementerian Keuangan.

Kesimpulan: Protes Maya Lebih Nyaring

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat memantik gelombang protes besar meski tanpa basis organisasi yang jelas. Hingga kini, demo 25 Agustus 2025 lebih tepat disebut sebagai “gejolak wacana” di ruang maya ketimbang aksi nyata.

Namun demikian, substansi kemarahan publik tetap relevan: tuntutan transparansi DPR dalam penggunaan anggaran dan etika politik.

Tugas parlemen dan pemerintah kini adalah menjawab keresahan tersebut dengan penjelasan terbuka. Agar isu tunjangan tidak menjadi bahan spekulasi liar yang semakin menggerus kepercayaan publik. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: demodemo tanggal 25 agustus 2025


Related Posts

massa
HEADLINE

Massa GPP-SDALH Blokade Jalan Depan Gedung Pemprov Jawa Barat

6 Februari 2026
demo buruh
HEADLINE

Buruh Demo di Gedung Sate Tuntut Kenaikan Upah dan Tolak Outsourcing

30 Oktober 2025
Persib Borneo
HEADLINE

Dampak Kerusuhan, Laga Persib Bandung Vs Borneo FC Ditunda

30 Agustus 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.