www.pasjabar.com — Persib Bandung harus puas membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang PSIM Yogyakarta dengan skor 1-1 pada pekan ketiga Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (24/8/2025). Laga ini penuh drama, terutama dengan hadirnya tiga penalti dan gol telat Patricio Matricardi yang menyelamatkan Persib dari kekalahan. Berikut ini enam hal menarik yang membumbui duel panas PSIM vs Persib.
1. Rotasi Pemain Dilakukan Bojan Hodak
Pelatih Persib, Bojan Hodak, akhirnya melakukan rotasi setelah sebelumnya selalu menurunkan susunan pemain yang sama dalam tiga laga beruntun.
Di pertandingan ini, ia menurunkan Febri Hariyadi, Saddil Ramdani, dan Adam Alis sejak menit awal. Mereka menggantikan Beckham Putra, Berguinho, dan Wiliam Marcilio.
Perubahan ini memberi warna baru dalam permainan, meski Persib tetap kesulitan membongkar pertahanan rapat PSIM.
2. Hukuman Ganda untuk Persib
Drama pertama terjadi pada menit ke-63. Julio Cesar dianggap melanggar Nermin Haljeta di kotak penalti setelah wasit meninjau VAR.
Bukan hanya penalti, Julio juga mendapat kartu kuning. Eksekusi dari Ze Valente sukses memperdaya Teja Paku Alam, membuat PSIM unggul 1-0 dan meningkatkan tensi pertandingan.
3. Dua Penalti untuk Persib, Dua-duanya Gagal
Jika PSIM berhasil memanfaatkan penalti, sebaliknya Persib justru sial.
Pertama, Uilliam Barros mendapat kesempatan emas di menit ke-70 usai handball Reva Adi. Sayangnya, tembakannya melambung tinggi.
Lalu di menit ke-90+10, Marc Klok maju sebagai eksekutor setelah Frans Putros dilanggar.
Namun tendangannya ditepis kiper Cahya Supriadi, yang tampil heroik menjaga gawang PSIM.
Kegagalan dua penalti ini jadi sorotan besar dari pertandingan.
4. Gol Penyelamat Patricio Matricardi
Hal menarik lainya adalah dalam kondisi tertekan, Persib akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat gol telat Patricio Matricardi di menit ke-90+5.
Bek asal Argentina itu menanduk bola kiriman Ramon Tanque dengan keras, tak mampu dihentikan Cahya Supriadi.
Gol ini bukan hanya menyelamatkan Persib dari kekalahan, tapi juga memperlihatkan mental juang tim hingga akhir laga.
5. Drama Jelang Akhir Pertandingan
Laga semakin panas di menit-menit akhir. Selain penalti Klok yang gagal, pertandingan juga diwarnai protes keras dari kubu Persib karena banyaknya intervensi pemain PSIM saat eksekusi penalti.
Namun wasit tetap pada keputusannya. Pertandingan kemudian ditutup dengan skor 1-1, menyisakan kekecewaan bagi Persib dan euforia kecil bagi PSIM yang berhasil menahan tim besar.
6. Poin Perdana Tandang untuk Persib
Meski hanya imbang, hasil ini setidaknya membawa poin tandang perdana untuk Persib di musim ini.
Dari tiga laga, Persib kini mengoleksi empat poin hasil sekali menang, sekali imbang, dan sekali kalah.
Posisi mereka sementara berada di peringkat ketujuh klasemen Super League 2025/2026, meski bisa berubah tergantung hasil laga lain.
Kesimpulan Menarik
Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung benar-benar menyajikan drama khas sepak bola modern: VAR, penalti, dan gol telat.
Bagi Persib, hasil ini tentu mengecewakan karena dua penalti yang gagal bisa saja memberi mereka kemenangan.
Namun bagi PSIM, satu poin di kandang melawan tim besar adalah modal berharga untuk melanjutkan perjalanan di Super League 2025/2026. (Ars)







