CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

DPRD Jabar Alihkan Dana Kunker ke Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Uby
3 September 2025
DPRD Jabar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Provinsi Jabar memutuskan menghentikan sementara kunjungan kerja (kunker) ke luar provinsi maupun ke luar negeri. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengambil langkah mengejutkan sekaligus berani.

Sebagai bentuk respons atas kegelisahan publik, DPRD Jabar memutuskan menghentikan sementara kunjungan kerja (kunker) ke luar provinsi maupun ke luar negeri.

Dana perjalanan dinas yang selama ini dialokasikan untuk kunjungan tersebut akan dialihkan ke kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua DPRD Jabar, Bucky Wibawa, menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate, Bandung.

Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk keberpihakan DPRD terhadap kondisi masyarakat yang saat ini tengah menghadapi situasi ekonomi sulit.

“Tidak mengadakan perjalanan dinas ke luar provinsi dan luar negeri ini akan direalokasikan anggarannya untuk kebutuhan masyarakat Jawa Barat, seperti pendidikan dan kesehatan,” ujar Bucky.

Baca juga:   Timnas Pakai Jersey Baru Merah-Putih Hadapi Australia

Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan penghitungan teknis mengenai besaran anggaran yang dapat direalokasikan.

Termasuk di antaranya adalah memanfaatkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya agar benar-benar bisa diarahkan ke pos yang memberi manfaat langsung kepada rakyat.

Dukungan Gubernur

Langkah ini langsung mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menurutnya, keputusan DPRD Jabar selaras dengan aspirasi masyarakat yang belakangan semakin kritis terhadap kunker pejabat. Yang kerap dinilai menghabiskan anggaran besar namun manfaatnya kurang dirasakan secara langsung.

“Ini langkah yang sangat baik, saya sangat mendukung keputusan DPRD Jabar. Ini menunjukkan adanya keberpihakan nyata pada masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit,” tegas Dedi.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi nasional saat ini masih belum pulih sepenuhnya, terutama pascapandemi dan sejumlah tekanan global.

Baca juga:   Gus Ahad : Guru Honorer Masih Menjadi Permasalahan Kompleks di Jabar

Oleh karena itu, penggunaan anggaran harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti akses layanan kesehatan, kualitas pendidikan, serta penguatan jaringan perlindungan sosial.

Kritik Publik Terhadap Kunker

Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik publik terhadap aktivitas kunjungan kerja DPRD selama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, kunker luar negeri DPRD kerap menjadi sorotan. Karena dianggap tidak memberi dampak signifikan terhadap pembangunan daerah.

Bahkan, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menilai kunker hanya membebani anggaran daerah.

Dengan adanya penghentian sementara ini, DPRD Jabar berharap kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dapat meningkat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa DPRD Jabar mendengar aspirasi rakyat dan mengambil langkah nyata, bukan hanya sekadar wacana,” kata Bucky.

Harapan ke Depan

Selain untuk pendidikan dan kesehatan, Bucky menyebutkan, anggaran hasil realokasi juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur dasar serta program-program pengentasan kemiskinan.

Baca juga:   Pemkot Bandung Akan Menyusun Dokumen Penanggulangan Bencana

Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ke depan, DPRD Jabar berkomitmen mengawal agar kebijakan ini tidak hanya menjadi keputusan sesaat, tetapi benar-benar terimplementasi dalam program kerja.

“Kami berharap langkah ini bisa menjadi momentum agar penggunaan anggaran daerah semakin efektif dan efisien,” imbuh Bucky.

Gubernur Dedi Mulyadi pun berharap keputusan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal sensitivitas pejabat terhadap kondisi rakyat. Kalau rakyat sedang susah, pejabat jangan foya-foya,” tandasnya.

Dengan penghentian kunker tersebut, DPRD Jabar ingin menegaskan bahwa prioritas mereka kini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat Jawa Barat terpenuhi, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: DPRD Jabarkebutuhan masyarakatkunjungan kerja


Related Posts

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Ono Surono Panggil BKSDA dan Dinas Kehutanan Buntut Kematian Anak Harimau di Bandung Zoo

27 Maret 2026
DPRD
HEADLINE

DPRD Jabar Soroti Ancaman Kenaikan Harga Menjelang Libur Akhir Tahun

11 Desember 2025
Tunjangan DPRD
HEADLINE

Besaran Tunjangan Perumahan DPRD Jabar Tuai Sorotan dan Kritik

9 September 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.