CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKREATIF

Bedah Buku “Nun Mati”: Tian Topandi Jadikan Kenangan Sebagai Warisan Tulisan

Tiwi Kasavela
15 September 2025
Bedah Buku “Nun Mati”: Tian Topandi Jadikan Kenangan Sebagai Warisan Tulisan

Ist

Share on FacebookShare on Twitter

# Nun mati tian topandi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kenangan sering kali hanya singgah di kepala, lalu perlahan memudar. Namun, penulis Tian Topandi memilih jalan berbeda.

Dalam bukunya berjudul Nun Mati, ia merangkai kisah ayah, orang tua, hingga jejak kakek-neneknya agar tak hilang ditelan waktu.

Hal tersebut mengemuka dalam gelaran KamSara #12, Kamis (11/9/2025) yang menghadirkan bedah buku Nun Mati.

Baca juga:   Berikut 360 Daftar Istilah Masa MPLS di Sekolah Yang Perlu Kamu Tahu

Dalam sesi yang disiarkan langsung melalui Instagram, Tian berbagi pandangan tentang menulis sebagai cara menjaga ingatan kolektif keluarga.

Bagi Tian, karya ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya menghadirkan nilai dan pengalaman hidup yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

“Menulis adalah untuk kebaikan. Bukan hanya tentang menang atau dikenal, tapi tentang berbagi nilai dan pengalaman yang bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Tian dalam sesi diskusi.

Baca juga:   KamSara #9 Siap Kupas “Team Habits”: Rahasia Kebiasaan Kecil yang Mengubah Tim

Ia juga menuturkan, keluarga adalah support system terkuat dalam perjalanan kepenulisannya. Setiap kali ingin mengirimkan karya untuk lomba atau penerbit,

Tian selalu terlebih dahulu meminta pendapat dari grup keluarga. Dukungan itu, menurutnya, menjadi energi besar yang membuatnya percaya diri untuk terus berkarya.

Melalui Nun Mati, Tian mengajarkan bahwa menulis bukan hanya kegiatan pribadi, tetapi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Baca juga:   Buku Kehidupan #1 “Sunyi yang Menghidupkan: Menulis dari Dalam Diri“

Sebagaimana ia katakan, kenangan yang ditulis akan hidup lebih lama daripada sekadar ingatan.

Bagi yang belum sempat mengikuti sesi live, siaran ulang KamSara #12 dapat disaksikan melalui reels Instagram @sindikasi.aksara . (tiwi)

# Nun mati tian topandi

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Nun matisindikasi aksaratian topandi


Related Posts

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Misteri Bandoengsch Villapark dalam Buku Karya Karguna Purnama Harya

24 Desember 2025
Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang
PASJABAR

Kamisan Aksara Bedah Buku “Baroe Adjak”, Ungkap Sejarah Tua Kawasan Lembang

18 Desember 2025
Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang
PASKREATIF

Oxford 1836 dan Babel: Refleksi Sosial Lewat Fiksi RF Kuang

9 Desember 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.