CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dokter Peringatkan Bahaya Tren Mi Instan Panas dari Film Kpop

Hanna Hanifah
2 Oktober 2025
Mi Instan Panas

Cara grup wanita Huntr/x di "Kpop Demon Hunters" menyeruput mi dinilai berbahaya oleh sejumlah dokter yang ada di Amerika Serikat. (foto: ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Seorang dokter dari Rumah Sakit Anak Shriners di Boston, Amerika Serikat, mengingatkan masyarakat agar tidak meniru adegan grup wanita Huntr/x dalam film Kpop Demon Hunters yang memperlihatkan karakter menyeruput mi instan panas.

Peringatan itu muncul setelah banyak orang, terutama anak muda, mencoba menirukan adegan tersebut dan mengunggahnya ke media sosial dengan tagar seperti #KPopNoodleChallenge dan #DemonHuntersRamen.

Tantangan ini dinilai berbahaya karena mendorong orang mengonsumsi ramyeon instan dalam keadaan masih mendidih.

Baca juga:   ChatGPT Down Global "Too Many Concurrent Requests"

Rumah Sakit Anak Shriners dalam pernyataannya, dilansir dari Antara, menegaskan, mi instan cup menyumbang sekitar sepertiga dari kasus luka bakar pada anak-anak.

Risiko paling tinggi terjadi saat mengeluarkan wadah dari microwave atau ketika membuka tutupnya, karena air panas dapat dengan mudah tumpah.

“Anak-anak sangat rentan terhadap luka bakar karena kulit mereka lebih tipis dan lebih sensitif terhadap panas. Kami tidak mengatakan anak-anak tidak boleh berpartisipasi dalam tren yang menyenangkan. Tetapi mereka harus melakukannya dengan aman dan dengan pengawasan orang dewasa,” kata Dr. Colleen Ryan, dokter di Shriners.

Baca juga:   Penampilan Golden dan KATSEYE Jadi Sorotan Coachella Valley 2026

Ryan menekankan bahwa satu tumpahan kecil saja dapat menyebabkan luka bakar serius hingga meninggalkan bekas seumur hidup. Kekhawatiran serupa disampaikan Dr. Zach Zhang, ahli bedah plastik berbasis di Vancouver, Kanada.

Ia menjelaskan, bentuk dasar mi gelas yang sempit serta air yang terisi penuh membuatnya mudah terguling dan lebih berbahaya jika mengenai wajah anak.

Baca juga:   Pemerintahan Desa dalam Kerangka Otonomi Daerah di Indonesia

Para ahli mengingatkan bahwa risiko luka bakar akibat mi instan cup sebenarnya bukan hal baru. Sebuah studi pada 2023 oleh Rumah Sakit Anak Universitas Chicago mencatat, 31 persen pasien anak yang dirawat karena luka bakar mengalami cedera akibat tumpahan air panas dari mi gelas.

Pakar kesehatan berharap tren media sosial tidak mengabaikan aspek keselamatan. Terutama bagi anak-anak, agar kasus luka bakar akibat mi instan cup dapat ditekan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Kpop Demon HuntersMi Instan PanasTren Mi Instan Panas


Related Posts

Golden
HEADLINE

Penampilan Golden dan KATSEYE Jadi Sorotan Coachella Valley 2026

11 April 2026
Kpop Demon Hunters Sing-Along
HEADLINE

Netflix Rilis “Kpop Demon Hunters Sing-Along”, Ajak Penggemar Bernyanyi

26 Agustus 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.