www.pasjabar.com — Kisah dua bersaudara Eliano dan Tijjani Reijnders kembali menarik perhatian publik sepak bola dunia. Dalam dua hari beruntun, keduanya mengalami nasib yang benar-benar berlawanan di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Eliano, yang memilih membela Timnas Indonesia, justru harus menelan kekalahan pahit dari Arab Saudi. Sementara kakaknya, Tijjani, sukses membawa Belanda menang besar dan makin dekat dengan tiket ke Amerika Utara.
Padahal, sebelum turnamen dimulai, keduanya sempat bermimpi tampil bersama di Piala Dunia 2026—meski dengan bendera berbeda. Kini, peluang mewujudkan impian itu tampaknya kian menipis.
Eliano Reijnders dan Timnas Indonesia di Ujung Tanduk
Eliano Reijnders, pemain kelahiran 23 Oktober 2000, baru masuk di babak kedua saat Indonesia kalah 2–3 dari Arab Saudi di Jeddah (8/10/2025). Ia menggantikan Beckham Putra yang tampil buruk di babak pertama.
Sayangnya, meski penampilan Garuda sedikit membaik setelah masuknya Eliano, hasil akhir tetap tidak berpihak pada Indonesia.
Dua penalti Kevin Diks tidak cukup menolong tim asuhan Patrick Kluivert yang kini terpuruk di dasar klasemen Grup B.
Dengan posisi itu, Timnas Indonesia terancam gagal lolos ke putaran berikutnya Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika tak mampu bangkit dalam laga sisa, Eliano dan rekan-rekannya harus menunda mimpi tampil di pentas terbesar sepak bola dunia.
Tijjani Reijnders Bawa Belanda Makin Dekat ke Amerika Utara
Sementara sang kakak menderita di Asia, Tijjani Reijnders justru bersinar di Eropa. Sehari setelah kekalahan Indonesia, ia tampil gemilang saat Belanda membungkam Malta 4–0 dalam lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Pemain yang kini memperkuat Manchester City itu mencetak satu gol—gol pertamanya di ajang kualifikasi—dan kini total sudah mengemas 5 gol dari 26 laga bersama Tim Oranye.
Kemenangan ini membuat Belanda makin kokoh di puncak klasemen Grup G dengan 13 poin dari 5 laga, unggul tiga angka dari Polandia.
Hanya butuh satu kemenangan lagi atas Finlandia (12 Oktober) dan hasil imbang melawan Polandia (14 November), Belanda sudah pasti lolos ke Piala Dunia 2026 tanpa bergantung pada tim lain.
Mimpi Dua Saudara yang Terancam Pupus
Kisah Eliano dan Tijjani Reijnders menjadi simbol dua jalan karier yang berbeda: satu berjuang membangkitkan negara berkembang sepak bola seperti Indonesia, satunya lagi menikmati stabilitas negara elite seperti Belanda.
Namun terlepas dari hasilnya, keduanya menunjukkan semangat dan dedikasi yang sama: membela warna bendera masing-masing dengan sepenuh hati.
Mimpi mereka untuk tampil bersama di Piala Dunia 2026 mungkin sulit terwujud, tapi perjalanan ini jelas belum berakhir.







