CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

EA Resmi Luncurkan Battlefield 6 dengan Latar Perang Modern 2027

Hanna Hanifah
11 Oktober 2025
EA Resmi Luncurkan Battlefield 6 dengan Latar Perang Modern 2027

Electronic Arts (EA) resmi meluncurkan seri terbaru Battlefield 6, Jumat (10/10/2025) dengan latar perang modern serta visual lebih realistis. (foto: gamerbraves.com)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM — Perusahaan game Electronic Arts (EA) resmi meluncurkan seri terbaru Battlefield 6, Jumat (10/10/2025).

Game bergenre first-person shooter (FPS) ini menjadi sekuel dari Battlefield 5 yang dirilis pada 2018 lalu, dan kini hadir dengan latar perang modern serta visual lebih realistis.

Berbeda dari generasi sebelumnya, Battlefield 6 memungkinkan pemain tidak hanya mengendalikan karakter, tetapi juga berbagai kendaraan tempur seperti helikopter, tank, dan jet.

Game ini dirilis serentak di seluruh dunia pada pukul 08.00 Pacific Time atau 22.00 WIB untuk pasar Indonesia, dan tersedia di konsol Xbox Series X/S, PlayStation 5 (PS5), serta PC (Steam).

EA menyediakan dua edisi permainan, yakni Standard Edition dan Phantom Edition dengan berbagai bonus in-game seperti Tombstone Pack, Battlefield Pro Token, dan Phantom XP Boost Set.
Harga untuk pasar Indonesia dimulai dari Rp799.000 (PC) hingga Rp1,6 juta (Xbox Series X/S).

Baca juga:   Raihan Nilai UN Tertinggi Didominasi SMA/SMK Swasta di Jabar

Dunia Pasca-Perang dan Konflik Baru

Battlefield 6 mengambil latar tahun 2027, ketika tatanan dunia pasca Perang Dunia Kedua telah runtuh. Sisa-sisa NATO kini berhadapan dengan korporasi militer swasta Pax Armata. Dalam konflik ini, diperkenalkan unit elit Dagger 13 dari US Marine Raiders dengan kemampuan tempur tingkat tinggi.

Direktur Produk Teknis Battlefield Studios, Víðir Orri Reynisson, menjelaskan bahwa timnya fokus menghadirkan pengalaman bermain yang responsif dan stabil di berbagai platform.

“Peran saya adalah memastikan apa yang kami bangun benar-benar berdampak positif bagi pemain, sekaligus memastikan hal itu sesuai dengan apa yang dirasakan pemain dalam praktiknya—responsivitas, kesetiaan visual, dan stabilitas,” ujarnya dikutip dari Intel.com.

Fokus pada Pengalaman dan Realisme

Menurut Reynisson, Battlefield 6 tetap mempertahankan elemen klasik seri ini: pertempuran besar, kendaraan, dan kehancuran taktis.

Baca juga:   Update PUBG MOBILE 3.7 Tersedia, Coba Mode Golden Dynasty!

“Pertempuran besar, kendaraan, pertempuran infanteri, dan kehancuran taktis di mana strategi dan kekacauan adalah kunci kemenangan gamer,” katanya.

EA menekankan bahwa game ini tidak hanya menonjolkan skala perang besar, tetapi juga interaksi detail antar elemen di dalamnya. Destruksi memainkan peran penting dalam perkembangan peta, sehingga setiap pertandingan terasa berbeda.

Dari sisi teknis, tim pengembang juga mengoptimalkan shader pre-compilation, threading, serta performa CPU dan GPU agar pengalaman bermain lebih lancar.

“Selain mode multipemain, pemain juga akan memiliki kampanye pemain tunggal penuh dan Portal, iterasi berikutnya dari pengalaman kotak pasir kami,” ungkap Reynisson.

Karakter dan Teknologi

Dalam permainan, gamer dapat memilih dari lima karakter dalam empat kelas: Cliff Lopez (Pendukung), Dylan Murphy (Insinyur), Haz Carter (Serangan), Lucas Hemlock (CIA), dan Simone “Gecko” Espina (Pengintaian).

Baca juga:   Kemendikbudristek Serius Kembangkan Gim Lokal

“Banyak perhatian diberikan pada visual, tetapi kami juga mengerahkan upaya besar untuk konsistensi performa,” kata Reynisson.

Menurutnya, tantangan utama adalah menjaga kestabilan simulasi dalam pertandingan 64 pemain dengan kendaraan dan kehancuran aktif.

Reynisson menambahkan, komunitas PC menjadi bagian penting dalam pengembangan.

“Battlefield selalu memiliki komunitas PC yang kuat. PC adalah tempat pemain mendorong batas visual dan kecepatan bingkai,” jelasnya.

Game ini memanfaatkan teknologi terbaru, termasuk Intel Xe Super Sampling (XeSS) untuk menghasilkan visual tajam tanpa mengorbankan performa.

Dukungan Jangka Panjang

Terkait masa depan gim ini, Reynisson memastikan bahwa dukungan pascaluncurannya akan berfokus pada optimalisasi dan umpan balik komunitas.

“Fokus kami setelah peluncuran adalah dukungan langsung dan jangka panjang. Tujuannya adalah terus meningkatkan Battlefield 6 seiring waktu sambil juga mendorong teknologi maju,” tegasnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: battlefield 6EAElectronic Artsgamesekuel Battlefield 5


Related Posts

Resident Evil Requiem
HEADLINE

Resident Evil Requiem Hadir Lewat Event Spesial di Jakarta

22 Februari 2026
Ghost of Yotei
HEADLINE

Sony Siapkan Mode Legends Multiplayer untuk Ghost of Yotei

14 Februari 2026
gim
HEADLINE

Studi Ungkap Main Gim Lebih 10 Jam Picu Risiko Kesehatan

19 Januari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.