CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Banyak Program Terancam Tertundam Wakil Ketua DPRD Jabar Minta KDM Naikkan PAD

Budi Arif
13 Oktober 2025
Pemotongan anggaran pusat

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, dalam kegiatan silaturahmi bersama Jurnalis Hukum Bandung (JHB) di Kota Bandung. (Foto : rif/Pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

# Pemotongan anggaran pusat

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Banyak program di Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan tertunda, pasca pemotongan anggaran besar-besaran oleh Menteri keuangan ke daerah.

Sebelumnya diberitakan jika pemerintah pusat dilaporkan memotong transfer keuangan daerah sebesar 24,7 persen, atau hampir seperempat dari total dana yang sebelumnya diterima. Dampak dari kebijakan ini membuat penerimaan keuangan Jabar anjlok drastis, dari sekitar Rp26 triliun menjadi hanya Rp19,3 triliun.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, dalam kegiatan silaturahmi bersama Jurnalis Hukum Bandung (JHB) di Kota Bandung.

Menurut Iswara, pemotongan tersebut merupakan bagian dari program efisiensi nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyeimbangkan kondisi fiskal negara.

Baca juga:   Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Dukung Revisi Tunjangan DPR dan Kunker

“Ada pemotongan anggaran pusat ke seluruh daerah, termasuk Jawa Barat, sebesar 24,7 persen. Dampaknya besar karena penerimaan transfer keuangan dari pusat turun drastis,” ujar MQ Iswara, dikutip Minggu (13/10/2025).

Dampak keuangan: banyak program terancam tertunda

Pemotongan dana dari pusat ini bukan tanpa konsekuensi. Menurut MQ Iswara, beberapa program prioritas pemerintah daerah, termasuk pembayaran gaji aparatur kewilayahan (AKD) dan pembiayaan pembangunan, berpotensi terganggu.

Karena itu, DPRD Jawa Barat mendorong agar Gubernur Jabar KDM segera melakukan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai solusi.

“Kita berharap Gubernur KDM bisa meningkatkan PAD agar kekurangan dana akibat pemotongan ini bisa ditutupi. Jangan sampai pelayanan publik dan pembangunan terhenti,” kata Iswara.

Baca juga:   Cegah Narkoba Masuk Kampus, Begini Langkah Artipena Jabar

Gubernur se-Indonesia protes ke Kemenkeu

Tak hanya Jawa Barat, pemotongan dana juga terjadi di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Iswara mengungkapkan, para gubernur se-Indonesia bahkan telah mendatangi Kementerian Keuangan untuk meminta penjelasan dan klarifikasi atas kebijakan efisiensi anggaran ini.

“Banyak daerah yang kaget karena anggaran dari pusat turun cukup tajam. Para gubernur sudah bertemu dengan pihak Kemenkeu untuk mencari solusi agar pembangunan daerah tidak stagnan,” ujarnya menambahkan.

Program efisiensi nasional memang dilakukan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas fiskal dan defisit APBN di tengah tekanan ekonomi global.

Namun, langkah ini disebut-sebut menjadi “pukulan berat” bagi banyak daerah, terutama yang sangat bergantung pada transfer pusat untuk menjalankan program pembangunan.

Baca juga:   Sederhanakan Birokrasi Pemprov Jabar Terapkan ToTs

Bagi Jawa Barat, pemotongan 24,7 persen ini berarti hilangnya sekitar Rp6,7 triliun dana pembangunan.

Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan baru, termasuk optimalisasi pajak daerah, retribusi, dan investasi daerah.

Harapan agar pembangunan Jabar tetap berjalan

DPRD Jabar berharap, meskipun dana transfer dari pusat menurun, komitmen terhadap pelayanan publik dan pembangunan tetap dijaga.

Iswara menegaskan, efisiensi di tingkat daerah juga harus dilakukan agar penggunaan anggaran semakin tepat sasaran.

“Efisiensi boleh, tapi jangan sampai mengorbankan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. (rif)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Bandung Newsberita Jawa BaratDPRD Jawa BaratEfisiensi NasionalGubernur KDMKementerian KeuanganKeuangan DaerahMQ IswaraPemotongan AnggaranPendapatan Asli DaerahTransfer Dana Pusat


Related Posts

Rekaman CCTV memperlihatkan kecelakaan adu banteng antara dua sepeda motor di Jalan Nanjung-Margaasih. Akibat lalai saat menyalip, tiga orang terluka dan satu dilarikan ke RSUD Cibabat. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Lalai Saat Menyalip, Dua Motor Terlibat “Adu Banteng” di Margaasih, Korban Terpental dan Tak Sadarkan Diri

9 April 2026
Harga BBM subsidi
PASNUSANTARA

Pemerintah Jamin BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Akhir Tahun

7 April 2026
Pemakaman TNI gugur Lebanon
HEADLINE

Jenazah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar Berangkat Pukul 08.00, Iring-iringan Mobil Lintasi Tol Baros-Pasteur

5 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.