CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASNUSANTARA

Pemerintah Jamin BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Akhir Tahun

Yatti Chahyati
7 April 2026
Harga BBM subsidi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terkait kebijakan energi dan fiskal di Jakarta, Senin (6/4/2026) kemarin. (Foto : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama)

Share on FacebookShare on Twitter

# Harga BBM subsidi

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terkait kebijakan energi dan fiskal di Jakarta, Senin (6/4/2026) kemarin.

Harga BBM Subsidi Dijaga

Dalam keterangannya, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah telah menghitung secara

matang kebijakan subsidi BBM dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan lonjakan harga minyak dunia hingga mencapai 100 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi fiskal tetap terkendali.

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diproyeksikan tetap berada di kisaran aman, yakni sekitar 2,9 persen.

Baca juga:   Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Naik, jadi Segini Harganya

“Subsidi BBM akan terus diberikan sampai akhir tahun dan harga tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” ujar Menkeu.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait fluktuasi harga energi.

Bantalan Fiskal Jadi Pengaman

Selain mengandalkan perhitungan anggaran, pemerintah juga memiliki cadangan fiskal berupa Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun.

Dana ini disiapkan sebagai bantalan jika terjadi tekanan lebih besar, seperti lonjakan harga minyak yang tidak terduga.

Namun, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak dunia bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil, sehingga risiko terhadap APBN masih dapat dikendalikan.

Menkeu juga meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh isu atau spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal Indonesia masih kuat dan mampu mendukung berbagai kebijakan strategis.

Baca juga:   Organda Jabar Minta Pertamina Pajang Kendaraan yang Berhak Beli BBM Subsidi di SPBU

“Masyarakat tidak perlu khawatir, setiap kebijakan sudah kami hitung dengan matang,” tegasnya.

Strategi Belanja Pemerintah

Pemerintah juga mengubah strategi belanja negara agar lebih merata sepanjang tahun.

Selama ini, belanja cenderung menumpuk di akhir tahun, yang dinilai kurang efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurut Menkeu, peningkatan defisit di awal tahun merupakan konsekuensi logis dari percepatan belanja tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih merata.

“Saya ingin pertumbuhan belanja pemerintah terjadi sepanjang tahun, bukan hanya di akhir,” jelasnya.

Baca juga:   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus Enam Persen Supaya Keluar dari Status Ini

Kinerja APBN dan Ekonomi Terus Membaik

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memaparkan capaian positif APBN tahun 2025.

Defisit anggaran tercatat lebih rendah dari target awal, yakni sekitar 2,8 persen dari sebelumnya 2,91 persen.

Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada triwulan IV 2025.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan dapat menembus angka di atas 5,5 persen ke depan.

Menkeu optimistis, jika tren ini terus berlanjut, maka pendapatan negara akan meningkat dan berdampak pada kemampuan pemerintah dalam mendanai berbagai program pembangunan.

“Kalau ekonomi tumbuh baik, pendapatan meningkat, maka belanja pemerintah juga bisa lebih optimal,” ujarnya. (*/tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: APBN 2026BBM subsidiDefisit AnggaranEkonomi Indonesiaharga BBMharga minyak duniakebijakan pemerintahKementerian KeuanganPertumbuhan ekonomisubsidi energi


Related Posts

Gaji Guru Honorer
HEADLINE

Gaji Guru Honorer Tertahan di Jabar, 3.823 Tenaga Pendidikan Belum Dibayar

25 April 2026
Rencana kenaikan harga BBM non-subsidi Pertamax pada awal April 2026 memicu antrean panjang di SPBU Jalan Riau, Bandung. Warga mengaku keberatan dengan rencana tersebut. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Wacana Harga Pertamax Naik, Antrean Kendaraan Memular di SPBU Jalan Riau Bandung

31 Maret 2026
harga bbm
HEADLINE

Harga BBM Pertamina hingga Swasta 2026 Masih Stabil

23 Februari 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.