CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Harus Enam Persen Supaya Keluar dari Status Ini

Yatni Setianingsih
13 Januari 2022
Pemprov Jabar Serap Anggaran 2021 Capai 95,51 Persen

Ilustrasi uang (foto : https://pixabay.com/id/photos/uang-rupiah-gaji-ekonomi-keuangan-3431772/)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Kementerian PPN/Bappenas mengkaji untuk keluar dari negara pendapatan menengah (middle income trap) sebelum 2045, pertumbuhan ekonomi harus rata-rata enam persen per tahun.

“Pertumbuhan di lima persen tidak cukup bagi Indonesia untuk menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti seperti dikutip PASJABAR dari laman unpad, Kamis (13/1/2022)

Amalia menyebut, salah satu kunci untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi enem persen per tahun, adalah peningkatan produktivitas. Kendati demikian, tingkat produktivitas ekonomi Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain di kawasan ASEAN.

Guna mengatasi hal tersebut, Indonesia membutuhkan strategi transformasi ekonomi yang baik. Transformasi salah satunya dilakukan dengan memperbarui sumber daya dan motor penggerak ekonomi.

“Kita juga perlu untuk menemukan sumber daya dan sektor yang baik, yang mampu mendukung pertumbuhan produktivitas ekonomi di Indonesia,” kata Amalia.

Tantangan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi cukup besar. Industrialisasi yang kerap menjadi motor utama pertumbuhan, kini semakin berkurang kekuatannya dalam mendorong transformasi struktural.

Model pembangunan baru

Guru Besar Harvard University Prof. Dani Rodrik menilai, daya serap tenaga kerja di sektor industri sudah berkurang di hampir semua negara berkembang. Diperlukan model pembangunan baru yang lebih sesuai menghadapi situasi saat ini.

“Strategi pertumbuhan ekonomi itu, harus berfokus pada penciptaan pekerjaan berkualitas,” ujarnya.

Salah satu yang bisa dikaji untuk menjadi model pembangunan baru adalah goods-job development model. Model ini, katanya, berfokus pada peningkatan kualitas pekerjaan di sektor kecil dan menengah. Menghubungkan kebijakan pelatihan dengan industri, subsidi upah, serta pelayanan usaha yang fleksibel. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Baca juga:   Begini Wajah Baru Kawasan Alun-alun Bandung Setelah Direvitalisasi
Editor:
Tags: EkonomiPertumbuhan ekonomi


Related Posts

Harga BBM subsidi
PASNUSANTARA

Pemerintah Jamin BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Akhir Tahun

7 April 2026
Nafara : Mei Jadi Momentum Emas Bagi Pertumbuhan Ekonomi di Bandung
PASBISNIS

Nafara : Mei Jadi Momentum Emas Bagi Pertumbuhan Ekonomi di Bandung

12 Mei 2025
agama ekonomi
CAHAYA PASUNDAN

Agama dan Ekonomi

31 Januari 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.