BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM — Jumlah korban keracunan massal di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus bertambah pada Rabu (15/10/2025) pagi.
Para korban diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sejumlah sekolah.
Sejak pagi, sejumlah ambulans hilir-mudik membawa korban ke SMP Negeri 1 Cisarua yang dijadikan posko darurat penanganan keracunan. Petugas medis bersama relawan dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tampak sibuk menangani korban yang terus berdatangan.
Satu per satu siswa dibawa masuk ke ruang kelas yang disulap menjadi ruang perawatan darurat. Tangisan dan keluhan terdengar dari para korban yang mengalami gejala mual, pusing, demam, hingga sesak napas.
Menurut pantauan di lokasi, jumlah korban keracunan massal terus bertambah hingga hari kedua penanganan, pagi ini saja, lebih dari 150 siswa baru dari sekolah lain, seperti SMK Negeri 1 Cisarua dan beberapa sekolah dasar, dilaporkan ikut mengalami gejala serupa.
Seorang orang tua siswa, Nanda, mengatakan anaknya mulai mengalami keluhan pada pagi hari setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah sehari sebelumnya.
“Anak saya kemarin makan nasi, ayam, wortel, dan buah dari program MBG di sekolah. Paginya tiba-tiba mual, pusing, terus sesak. Langsung saya bawa ke posko karena takut kondisinya makin parah,” ujar Nanda di lokasi.
Sementara itu, pihak sekolah SMP Negeri 1 Cisarua mengaku telah menyiapkan sembilan ruang kelas untuk menampung para korban. Namun, jika jumlah pasien terus meningkat, mereka berencana membuka posko tambahan di lokasi lain karena keterbatasan ruangan.
“Kami sudah siapkan sembilan ruang kelas untuk penanganan sementara. Kalau korban terus bertambah, kami akan berkoordinasi untuk menambah posko di tempat lain,” kata Muhammad Fahmi, operator SMP Negeri 1 Cisarua.
Kronologi
Berdasarkan data sementara dari posko darurat, total korban keracunan hingga hari ini diperkirakan mencapai lebih dari 250 orang yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMK di wilayah Kecamatan Cisarua.
Sebagian korban dengan gejala berat telah dirujuk ke RSUD Lembang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Diketahui, ratusan siswa sebelumnya mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdiri atas nasi, daging ayam, sayur wortel, dan buah-buahan. Namun, beberapa jam setelah menyantap makanan tersebut, banyak siswa mulai mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga sesak napas.
Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat bersama BPOM masih melakukan penyelidikan terhadap sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut. (uby)






