CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Komet 3I/ATLAS, NASA Pastikan Tak Akan Menabrak Bumi

Yatti Chahyati
30 Oktober 2025
Komet 3I/ATLAS

Komet 3I/ATLAS. (Foto : https://science.nasa.gov/asset/hubble/comet-3i-atlas/)

Share on FacebookShare on Twitter

# Komet 3I/ATLAS

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Komet 3I/ATLAS yang ramai diperbincangkan saat ini, dikonformasi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tidak akan sampai menabrak bumi seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

Dikutip dari laman resmi NASA, Kamis (30/10/2025, dijelaskan jika langit tata surya kembali kedatangan tamu misterius dari ruang antarbintang.

NASA mengonfirmasi penemuan komet 3I/ATLAS, sebuah objek luar tata surya ketiga yang pernah terdeteksi melintasi lingkungan ruang angkasa kita.

Komet ini pertama kali diamati oleh teleskop survei ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Rio Hurtado, Chili, pada 1 Juli 2025.

Para astronom menyebut 3I/ATLAS sebagai objek antarbintang, karena lintasannya berbentuk hiperbolik,

artinya komet ini tidak terikat gravitasi Matahari dan tidak akan mengorbit kembali.

Berdasarkan penelusuran orbitnya, 3I/ATLAS diyakini berasal dari luar tata surya dan kini tengah melintas menuju wilayah dalam sistem kita.

Baca juga:   Sidang Terbuka Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Unpas, Neni Sumarni Yusdisium Sangat Memuaskan

Bukan ancaman bagi Bumi

Saat jarak terdekatnya, 3I/ATLAS akan berada sekitar 1,8 unit astronomi dari planet kita — atau sekitar 270 juta kilometer, cukup jauh untuk dikategorikan aman.

Komet ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada 30 Oktober 2025, yakni di jarak 1,4 AU (210 juta kilometer), sedikit di dalam orbit Mars.

Penemuan spektakuler ini menjadi pusat perhatian para astronom dunia. Tak hanya teleskop ATLAS di Chili, pengamatan “pra-penemuan” juga ditemukan dari berbagai fasilitas astronomi, termasuk Zwicky Transient Facility di Observatorium Palomar, California.

NASA bahkan mengerahkan berbagai instrumen canggih seperti Hubble Space Telescope, James Webb Space Telescope (JWST), TESS, Swift, hingga wahana antariksa Parker Solar Probe dan Lucy untuk meneliti sifat fisik komet misterius ini.

Baca juga:   Pascasarjana Unpas Gelar Pengabdian Masyarakat dan Percepatan Prestasi di Pangandaran

Hubble berhasil mengabadikan citra 3I/ATLAS pada 21 Juli 2025, ketika komet berjarak sekitar 277 juta mil dari Bumi.

Dalam foto tersebut tampak kepompong debu berbentuk tetesan air mata yang menyelimuti inti padat komet.

Dari hasil analisis, ukuran inti 3I/ATLAS diperkirakan berkisar antara 440 meter hingga 5,6 kilometer — cukup kecil dibandingkan dengan komet raksasa pada umumnya.

Fenomena Langka dan Aman

Menurut NASA, fenomena komet antarbintang seperti 3I/ATLAS sangat jarang terjadi. Sebelumnya, hanya dua objek serupa yang pernah terdeteksi: ʻOumuamua (1I/2017) dan Borisov (2I/2019).

Kehadiran 3I/ATLAS menjadi kesempatan emas bagi ilmuwan untuk memahami materi penyusun ruang antarbintang, sekaligus mempelajari bagaimana benda-benda langit melintasi batas tata surya.

“Meski melintas relatif dekat, 3I/ATLAS tidak akan menabrak Bumi dan akan kembali meninggalkan tata surya menuju ruang antarbintang,” tulis NASA dalam situs resminya.

Baca juga:   PGSD Mencari Bakat Tarik Suara

Komet ini diperkirakan masih bisa diamati melalui teleskop berbasis darat hingga September 2025, sebelum kemudian menghilang di balik cahaya Matahari.

Setelah itu, komet akan muncul kembali di sisi lain Matahari pada awal Desember 2025, memungkinkan pengamatan lanjutan.

Menambah Wawasan Tentang Alam Semesta

Para ilmuwan berharap observasi lanjutan oleh teleskop NASA dan wahana antariksa lain dapat mengungkap lebih banyak tentang asal usul dan komposisi 3I/ATLAS.

Data dari pengamatan ini berpotensi memperkaya pemahaman manusia mengenai bagaimana benda-benda dari luar tata surya berinteraksi dengan lingkungan Matahari kita.

Dengan lintasan yang menakjubkan dan kehadirannya yang langka, komet 3I/ATLAS bukan hanya fenomena astronomi biasa, tetapi juga pesan dari ruang antarbintang yang membawa rahasia alam semesta kepada umat manusia. (*/tie)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: ATLAS Telescopefenomena astronomi 2025HubbleJames Webbkomet 3I/ATLASkomet antarbintangkomet tidak menabrak bumiNasapasjabarruang angkasatata surya


Related Posts

NASA Crew-13
HEADLINE

Empat Astronot Dari Tiga Negara Akan Jalankan Misi Jangka Panjang Di Stasiun Luar Angkasa Internasional

25 April 2026
roket NASA ke bulan
HEADLINE

NASA Kirim “Jantung” Roket Artemis III ke Florida, Misi Manusia ke Bulan 2027 Makin Dekat!

21 April 2026
NASA Voyager
PASDUNIA

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.