CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKREATIF

Menulis Keresahan Politik dalam Thriller: Tsugaeda dan Seni Menggugat Lewat Fiksi

Tiwi Kasavela
4 November 2025
Keresahan Politik dalam Thriller

(Foto : Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

# Keresahan Politik dalam Thriller

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Apa jadinya jika keresahan politik diurai melalui kisah pembunuhan, misteri, dan teka-teki penuh intrik?

Malam Kamis (30/10/2025), Sindikasi Aksara menghadirkan penulis thriller kenamaan Tsugaeda

dalam edisi ketujuh Kamisan Aksara: Buku Kehidupan bertajuk “Menulis Keresahan Politik dalam Novel Thriller”.

Acara berdurasi satu jam ini dipandu oleh Salma Nur Fauziyah melalui siaran langsung Instagram @sindikasiaksara.

Nama Tsugaeda tak asing di dunia literasi dan perfilman. Ia telah menulis delapan novel bergenre thriller dan

detektif, meraih penghargaan Author of the Year – Scarlet Pen Awards 2022, menjadi pembicara di Singapore

Writers Festival, serta menjalani residensi penulis UNESCO City of Literature Wonju (2024).

Salah satu karyanya yang paling fenomenal, Rencana Besar, bahkan sedang diadaptasi menjadi film di Prime Video.

Baca juga:   Membuat Boba Drink Sendiri yang Nggak Kalah Enak

Namun di balik kariernya yang gemilang, Tsugaeda tetap memulai dari hal sederhana: kegelisahan. Ia menyebut bahwa setiap tulisan adalah bentuk pergulatan batin dengan dunia nyata.

“Genre thriller bukan hanya soal ketegangan dan misteri. Ia adalah cara saya membedah realitas sosial dan politik dengan cara yang tidak menggurui,” ujarnya.

Thriller Sebagai Cermin Politik

Menurut Tsugaeda, politik dalam karya fiksi tidak selalu berarti propaganda. Justru, melalui fiksi, penulis bisa menciptakan cermin sosial yang memantulkan sisi-sisi gelap kehidupan masyarakat.

“Politik bisa hadir dalam bentuk empati terhadap korban perdagangan manusia, atau sindiran terhadap sistem yang timpang,” tuturnya.

Bagi Tsugaeda, isu seperti human trafficking jarang diangkat oleh penulis Indonesia, padahal memiliki nilai kemanusiaan dan politis yang kuat.

Baca juga:   Menulis Keresahan Politik dalam Novel Thriller: Tsugaeda Hadir di “Buku Kehidupan” Sindikasi Aksara

Ia percaya, lewat karakter dan konflik, penulis bisa menghadirkan kritik sosial tanpa harus berhadapan langsung dengan batasan sensor atau kepentingan industri penerbitan.

Riset dan Ketelitian ala Jurnalis

Latar belakang jurnalistik Tsugaeda tampak dalam cara ia melakukan riset. Ia gemar membaca laporan investigasi dan mengikuti berita, termasuk dari Tempo.

“Saya menulis dari apa yang saya tahu dan alami. Teknik investigasi membantu saya menemukan detail yang membuat cerita terasa nyata,” katanya.

Inspirasi kreatifnya datang dari nama-nama besar seperti Naoki Urasawa dan Gosho Aoyama, dua legenda manga Jepang yang terkenal karena kejelian mereka dalam mengolah misteri dan logika cerita.

Menulis dari Keresahan

Di akhir sesi, Tsugaeda memberikan pesan sederhana tapi kuat bagi penulis muda:

Baca juga:   Mahasiswa STKIP Pasundan Ingin Paguyuban Pasundan Makin Jaya dan Terdepan

“Tulis saja apa yang ingin kamu tulis. Dan banyaklah membaca, karena bahan bakar menulis adalah bahan bacaan.”

Bagi Tsugaeda, menulis bukan sekadar hiburan — melainkan bentuk kesadaran sosial. Dalam setiap paragraf dan adegan, ia berusaha menghadirkan potret realitas, sekaligus menggugatnya lewat fiksi.

Adapun Kamisan Aksara: Buku Kehidupan adalah program literasi daring yang diinisiasi komunitas

Sindikasi Aksara, digelar setiap Kamis pukul 19.30 WIB melalui Instagram Live. Program ini menghadirkan beragam penulis, pembaca, dan pemikir untuk membahas hubungan antara literasi, keresahan, dan kehidupan.

Sampai jumpa di Kamisan Aksara edisi berikutnya, karena setiap kata selalu punya cerita, dan setiap keresahan bisa menjelma menjadi karya. (tiwi)

# Keresahan Politik dalam Thriller

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Novelsindikas aksaraThriller


Related Posts

Menulis Keresahan Politik dalam Novel Thriller: Tsugaeda Hadir di “Buku Kehidupan” Sindikasi Aksara
PASKREATIF

Menulis Keresahan Politik dalam Novel Thriller: Tsugaeda Hadir di “Buku Kehidupan” Sindikasi Aksara

28 Oktober 2025
Bedah Buku “Ziarah” Menyusuri Jejak Pencarian Makna ala Iwan Simatupang
PASKREATIF

Bedah Buku “Ziarah” Menyusuri Jejak Pencarian Makna ala Iwan Simatupang

13 Agustus 2025
Bedah Motivasi Menulis Novel: Kupas Tuntas Tema Populer Sarat Makna
PASKREATIF

Bedah Motivasi Menulis Novel: Kupas Tuntas Tema Populer Sarat Makna

15 Maret 2025

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.