BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Salah satu wisudawan Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Irma Dewi Agustin, menjadi wisudawan terbaik dalam acara Pelepasan Wisudawan Magister dan Doktor Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026.
Di tengah kesibukannya sebagai birokrat dan akademisi, perempuan kelahiran 9 Agustus 1977 ini berhasil meraih prestasi sebagai wisudawati terbaik Program Doktor Ilmu Sosial dengan IPK 3,77 dan predikat Sangat Memuaskan.
Irma menjadi bagian dari 269 lulusan yang dilepas dalam acara Pelepasan Wisuda dan Pembekalan Intelligence Spiritual Quotient (ISQ) yang digelar di Aula Mandalasaba Dr. Djoendjoenan, Jalan Sumatera No. 41 Bandung, Jumat (7/11/2025).
Mengusung tema “Menjadi Intelektual Unggul di Era Disrupsi Global,” acara ini menjadi momentum berharga bagi Irma setelah melalui perjalanan panjang menempuh pendidikan doktoral di tengah kesibukan bekerja dan berkeluarga.
Semangat Belajar di Tengah Kesibukan Birokrasi
Saat ditemui usai acara, Irma bercerita dengan rendah hati tentang motivasinya menempuh pendidikan doktoral di Unpas.
“Saya ingin memperdalam ilmu administrasi publik agar mampu mengimplementasikan dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” ungkap Irma yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang.
Kesibukannya sebagai pejabat publik tak menghalanginya untuk tetap aktif mengajar sebagai dosen di Universitas 11 April Sumedang.
“Di sela-sela kesibukan sebagai birokrat, dosen, istri, dan ibu, saya berusaha menikmati proses kuliah ini dengan bahagia. Alhamdulillah, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya tersenyum.
Bagi Irma, pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan cara untuk memperluas cara pandang dan kemampuan dalam menghadapi tantangan. Ia berharap semakin banyak kalangan birokrat maupun masyarakat umum yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Dengan memperdalam ilmu, pola pikir kita akan lebih meningkat dan bisa mengimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Saya ingin memotivasi anak-anak saya agar mencintai ilmu dan terus berkuliah sampai jenjang S3, bahkan lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Dedikasi untuk Ilmu dan Pengabdian Sosial
Meski sudah bergelar doktor, Irma belum berniat berhenti belajar. Ia berencana memperdalam kemampuan bahasa Inggris agar mampu beradaptasi di era global yang penuh kompetisi.
“Sebagai birokrat, kita harus adaptif dan kompeten di bidangnya agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai pengalaman kuliah di Pascasarjana Unpas sangat berkesan.
“Pascasarjana Unpas luar biasa, karena sistemnya jemput bola, ramah, dan komunikatif. Dosen-dosennya luar biasa, selalu mengingatkan kami agar segera menyelesaikan studi. Itu membuat kami punya tanggung jawab moral,” ujarnya.
Di luar aktivitas profesionalnya, Irma mengaku gemar travelling, shopping, serta mengikuti berita dan diskusi politik. Ia menyebut dirinya selalu tertarik pada isu sosial dan kebijakan publik, terutama yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
“Cita-cita saya adalah bagaimana membuat strategi untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang dan nasional,” tuturnya.
Selama 15 tahun menjalani rumah tangga dan dikaruniai dua anak yang kini duduk di bangku SMP dan SD, Irma mampu menjaga keseimbangan antara karier, keluarga, dan pendidikan.
“Saya memutuskan kuliah karena anak-anak masih kecil. Saya ingin ketika mereka besar nanti, mereka bisa melihat contoh bahwa belajar tidak mengenal usia,” katanya.
Perjalanan akademik Irma menjadi bukti bahwa dedikasi dan semangat belajar yang tak pernah padam mampu melahirkan sosok intelektual yang tangguh, inspiratif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. (han)







