# Hari Rahadian Faizal Shobari
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Bagi sebagian orang, perjalanan menuju kampus impian bisa menjadi kisah penuh lika-liku.
Begitu pula yang dialami oleh Hari Rahadian Faizal Shobari, mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pasundan angkatan 2023.
Pemuda kelahiran Bandung, 19 Maret 2004 ini dikenal sebagai sosok yang gigih, berprestasi, dan selalu bersyukur dalam setiap langkah hidupnya.
“Sebenarnya banyak sekali momen yang berkesan dalam hidupku,” ujarnya membuka kisahnya.
“Namun salah satu yang tidak akan pernah aku lupakan adalah ketika aku berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar salah satu perguruan tinggi negeri, dari mulai SNMPTN dan SBMPTN sampai dua kali.
Aku mahasiswa gap year dengan banyak pengorbanan, materi, mental, hingga waktu yang amat berharga,” tuturnya.
Hari sempat merasa hopeless ketika tak kunjung diterima di PTN. Tapi di tengah kebimbangan itu, ia menemukan dukungan yang begitu berarti dari sahabatnya.
“Selly pernah bilang, ‘Kalau emang ada kesempatan buat kuliah, diambil yaa. Karena aku mau liat kamu pakai toga.’ What a magical words, for me obvi! Kalimat itu salah satu dari beribu alasan yang membuatku terus semangat mengejar pendidikan,” kenangnya. Ucapan sederhana itu membakar kembali semangatnya untuk tidak menyerah.
Akhirnya, Hari memilih Universitas Pasundan sebagai tempatnya menimba ilmu. Keputusan itu ia syukuri hingga kini.
“Percayalah, di manapun kalian berada, jika kalian pribadi yang gigih dan yakin, Tuhan pasti akan selalu membuka jalan. Memilih Universitas Pasundan tidak ada sedikitpun penyesalan bagiku, karena banyak sekali peluang dan pencapaian yang dapat aku raih,” ungkapnya dengan bangga.
Deretan prestasinya pun mengagumkan
Ia pernah mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Berprestasi untuk Mata Kuliah Dasar-Dasar Ilmu Politik, penerima Program Beasiswa ti Bupati (BESTI), Duta Kampus FISIP dan Universitas Pasundan, hingga Ketua Divisi Language and Literature di Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional.
“Dengan latar belakang saintek, aku bangga bisa tetap on track di rumpun sosial dan bersaing dengan teman-teman lain,” ujarnya.
Tak hanya aktif di kampus, Hari juga menyeimbangkan akademik dan karier. Ia bekerja sebagai part-timer barista di Fore Coffee sejak Juli 2024, sekaligus aktif di berbagai komunitas seperti ASEAN Society (ASOC) UNPAS, Laboratorium Hubungan Internasional, serta volunteer TEDx Pasundan University.
“Aku aktif ikut penugasan Duta Kampus, mengatur media sosial, menghadiri acara pageant, dan tetap menjaga keseimbangan dengan pekerjaan. Semua itu melatihku untuk bertanggung jawab dan menghargai waktu,” katanya.
Meski begitu, Hari mengakui masih menyimpan keinginan untuk berbuat lebih banyak bagi orang lain.
“Sejauh ini aku belum banyak terlibat di kegiatan sosial, tapi niat dan rencana selalu ada. Karena aku yakin, sebaik-baiknya individu adalah individu yang berguna bagi sekelilingnya,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Saat ditanya tentang prinsip hidupnya, Hari menjawab dengan tenang, “Apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Hidup bukan tentang siapa yang lebih cepat, tapi tentang siapa yang bisa terus bertahan sesuai poros dan waktunya. Enjoy your time and progress because the flowers in the garden don’t bloom at the same time. Trust me, small progress is still a progress!”
Kini, di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, duta, dan barista, Hari hanya berharap satu hal sederhana namun mendalam.
“Aku hanya berharap semoga selalu diberikan rasa cukup dan bersyukur, serta dapat memanfaatkan setiap peluang yang hadir,” tutupnya.
Kisah Hari Rahadian bukan hanya tentang pencapaian, tapi juga tentang keteguhan hati dan rasa syukur. Sebuah pengingat bahwa perjuangan yang dijalani dengan tulus dan gigih akan selalu menemukan jalannya, meski tidak selalu sesuai dengan waktu yang kita harapkan. (tiwi)
# Hari Rahadian Faizal Shobari







