# Sorgum Bandung
*)DKPP, Unpas, dan CSI Gelar Pelatihan Pengembangan Sorgum di SeinFarm
BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Bandung Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung kolaborasi dengan, Universitas Pasundan (Unpas), dan Sorgum Center Indonesia (SCI).
Salah satu kolaborasi yang dilakukan yakni menggelari pelatihan Pengembangan Usaha dan Penanaman Benih Sorgum untuk Ekonomi Berkelanjutan dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Energi, yang dilaksanakan di SeinFarm (Sekemala Integrated Farming), Jalan Sekemala Pasanggarahan, Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung.
Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama dua hari yakni 11-12 November 2025, dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unpas, Prof. Dr.Ir. Yusman Taufik M.P didampingi Direktur Sorgum Center Indonesia Prof.Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si Kepala DKPP Kota Bandung Ir. Gin Gin Ginanjar M.Eng, Pimpinan Cabang Bandung PNM Neneng Yani Andriani, Kasubag Pelayanan Santunan Kanwil Jabar Jasa Raharja Rosita, dan Corporate Secretary and Legal Division Head Bank IBK Sri Suhartini.
Pelatihan diikuti puluhan anggota PNM dari Tasikmalaya dan Kota Bandung. Kegiatan dua hari ini mencakup praktek pertanian purba, demo alat pascapanen, serta cooking class kreasi pangan lokal berbasis sorgum.

Sorgum: Solusi Ketahanan Pangan Kota Bandung
Kepala DKPP Kota Bandung, Ir. Gin Gin Ginanjar, M.Eng, menegaskan pentingnya pengembangan sorgum di tengah minimnya lahan pertanian di Bandung.
“Sekitar 94,01 persen pangan kita masih bergantung dari luar. Karena itu, tempat seperti SeinFarm ini penting sebagai sumber penghasil pangan lokal. Sistem integrasi di sini bukan hanya padi, tetapi berbagai jenis pangan alternatif termasuk sorgum,” ujar Gin Gin yang ditemui di SeinFarm, Selasa(11/11/2025).
Menurutnya, sorgum tidak hanya bermanfaat untuk pangan, tetapi juga sebagai bahan baku energi terbarukan.
Kerja sama dengan Unpas dan CSI sudah berjalan hampir tiga tahun dan kini menjadi bagian dari strategi prioritas nasional dalam pengembangan pangan lokal.
“Kita dorong agar pelatihan ini tidak hanya berhenti di budidaya, tapi juga pengolahan yang mampu mendorong ekonomi rakyat,” tambahnya.
Ia juga menambakan jika SeinFarm menjadi laboratorium lapangan untuk pelatihan budidaya dan inovasi produk berbasis sorgum.
“Kreativitas olahan Bandung menjadi modal penting agar pangan lokal seperti sorgum bisa diterima luas dan bernilai jual tinggi,” tutur Gin Gin.
Ia mengaku jika budidaya sorgum baru kali pertama dilakukan, namun untuk kemanfaatan pengolahan sudah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Tidak hanya sorgum, namun berbagai jenis bahan pangan alternatif lainnya. Karena Kota Bandung ini terkenal dengan kreatifitas olahannya jadi sudah mulai,” sebutnya.
Namun, dengan adanya pelatihan kali ini diharapkan, bukan hanya mengolah, namun budidaya sorgum ini menambah semangat Masyarakat dalam pengembangannya.
“Karena salah satu keulitan dalam olahan sorgum itu adalah bahan baku, Dengan adanya budidaya sorgum disini, kemudian olahannya, tentu mendekatkan dan memudahkan masyarakat agar sorgum menjadi lebih penting lagi untuk dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.
Dari Budidaya Hingga Olahan Bernilai Ekonomi
Dekan Fakultas Teknik Unpas, Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, M.P., menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan inovasi produk turunan sorgum.
“Kami dari FT Unpas terus berinovasi agar sorgum bisa tumbuh optimal. Ke depan, kami akan mengembangkan tanaman pendamping seperti Sacha Inchi yang dapat mengusir burung pengganggu tanaman sorgum,” jelasnya.
FT Unpas sendiri dikatakannya akan terus mengembangkan, menginovasi produk sorgum, dan melatih Masyarakat.
Yusman berharap dengan pelatihan yang juga melibatkan lembaga pembiayaan seperti PNM dan perbankan nasional untuk mendukung pelaku UMKM bisa menjadi inovasi sorgum ini mampu menciptakan rantai ekonomi baru berbasis ketahanan pangan.
Dengan integrasi antara budidaya, inovasi, dan dukungan finansial, Bandung menatap masa depan pangan yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan. (jbe/tie)
# Sorgum Bandung







