WWW.PASJABAR.COM – Pembalap Aprillia Racing, Jorge Martin, harus menjalani dua long lap penalty saat tampil pada balapan MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo.
Sanksi tersebut dijatuhkan sebagai konsekuensi dari insiden yang melibatkan dirinya pada sprint race MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, Oktober lalu.
Insiden terjadi ketika Martin memasuki tikungan pertama pada awal balapan. Ia kehilangan kontrol motornya, terjatuh, dan manuver tersebut dianggap membahayakan serta mengganggu pembalap lain yang berada di belakangnya.
Situasi itu membuat lomba terganggu, dan Martin tak dapat melanjutkan balapan alias DNF.
Setelah kejadian tersebut, otoritas balap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan serta menilai tanggung jawab pembalap. Hasil investigasi mengarah pada temuan bahwa Martin melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai pelanggaran.
“Hasil penyelidikan menjatuhi hukuman dua kali long lap penalty karena Martin berkendara dengan cara yang tidak bertanggung jawab dan menyebabkan kecelakaan. Martin harus menanggung hukuman tersebut ketika tampil di balapan utama pada Minggu,” tulis MotoGP, Jumat (14/11/2025), dilansir dari ANTARA.
Cedera di Motegi dan Dampaknya pada Musim Balap
Selain menyebabkan kegagalan finis, kecelakaan di Motegi juga membuat Jorge Martin mengalami cedera cukup serius.
Pembalap asal Spanyol itu mengalami patah tulang selangka, kondisi yang membuatnya harus absen dalam beberapa seri berikutnya. Kondisi tersebut menjadi pukulan berat mengingat performanya sedang stabil sepanjang musim.
Sebagai juara dunia MotoGP 2024, Martin menjalani proses pemulihan intensif untuk kembali ke lintasan secepat mungkin. Setelah beberapa pekan menjalani rehabilitasi serta pemeriksaan berkala, Martin akhirnya dinyatakan siap kembali membalap pada seri penutup MotoGP 2025 di Valencia.
Kembalinya Martin di Valencia menjadi momentum penting sekaligus ujian mental bagi pembalap berjuluk Martinator tersebut. Selain memastikan kondisi tubuhnya benar-benar pulih, ia juga harus menghadapi dua long lap penalty yang berpotensi memengaruhi jalannya balapan.
Meski demikian, kehadirannya kembali di lintasan mendapat perhatian besar dari para penggemar dan tim. Perjalanan Martin sepanjang musim diwarnai persaingan ketat, insiden besar, hingga cedera yang sempat mengancam penampilannya di akhir musim.
Dengan menjalani hukuman tersebut, Martin berharap dapat menutup musim dengan catatan positif sekaligus memulihkan kepercayaan diri setelah rangkaian insiden dan proses pemulihan yang cukup panjang.
Bagi Aprillia Racing, balapan terakhir musim ini juga menjadi momentum evaluasi untuk mempersiapkan strategi menghadapi musim berikutnya. (han)







