CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Festival Cireundeu 2025 Pecahkan Antusiasme Warga! Tradisi Sakral & Ketahanan Pangan Lokal Jadi Sorotan Nasional

Uby
17 November 2025
Festival Cireundeu 2025 di Cimahi kembali digelar meriah. Warga mengenakan adat Sunda, arak-arakan jampana, hingga pesan penting soal tradisi dan ketahanan pangan lokal. (Uby/pasjabar)

Festival Cireundeu 2025 di Cimahi kembali digelar meriah. Warga mengenakan adat Sunda, arak-arakan jampana, hingga pesan penting soal tradisi dan ketahanan pangan lokal. (Uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Cimahi, www.pasjabar.com — Tradisi lokal kembali menjadi pusat perhatian di Kota Cimahi setelah Festival Cireundeu 2025 digelar di Kampung Adat Cireundeu, Minggu (16/11/2025). Acara tahunan ini berlangsung meriah dan penuh warna, menghadirkan antusiasme ratusan warga yang mengenakan pakaian adat khas Sunda sejak pagi hari.

Festival Cireundeu tahun ini dinilai semakin relevan, terutama di tengah kekhawatiran akan pudarnya tradisi lokal dan melemahnya ketahanan pangan perkotaan. Pemerintah Kota Cimahi menjadikan festival ini sebagai ruang refleksi bersama, agar masyarakat tidak melupakan kearifan lokal yang menjadi identitas dan kekuatan budaya.

Kampung Adat Cireundeu, yang dikenal dengan filosofi hidup sederhana serta pola makan khas berbasis singkong, menjadi pusat perhatian para pengunjung dan peneliti yang datang dari berbagai daerah.

Baca juga:   Cimahi Zona Merah, Kelurahan Leuwigajah Ajak Warga Hidup Bersih

Kemeriahan Parade Jampana dan Kesenian Sunda

Sejak memasuki pintu gerbang Kampung Adat Cireundeu, suasana festival sudah terasa begitu kental. Forkopimda Kota Cimahi disambut dengan alunan musik tradisional dan pertunjukan seni khas Sunda yang ditampilkan secara bergantian. Para penampil menghadirkan berbagai kesenian tradisional mulai dari pencak silat, tarian adat, hingga musik gamelan Sunda.

Salah satu acara yang paling ditunggu adalah arak-arakan jampana, yang menampilkan aneka hasil bumi dari setiap kelurahan di Kota Cimahi. Parade jampana menjadi simbol kesuburan tanah dan apresiasi masyarakat terhadap anugerah alam yang menopang kehidupan mereka.

Tradisi ini sekaligus menjadi bentuk syukur atas keberlanjutan pertanian lokal yang masih dipertahankan di tengah gempuran modernisasi kota.

Pesan Walikota Cimahi: Gotong Royong dan Kelestarian Tradisi

Walikota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan pesan penting terkait esensi festival ini. Ia menegaskan bahwa Festival Cireundeu bukan hanya acara hiburan, tetapi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya gotong royong sebagai identitas sosial warga Cimahi.

Baca juga:   Rugikan Negara Ratusan Juta Rupiah, Pemkot Cimahi Musnahkan Rokok Ilegal

Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya pertanian lokal yang mulai terdesak perkembangan kota.

“Festival ini menjadi pengingat akan pentingnya gotong royong. Kita harus menjaga keberlanjutan lingkungan, termasuk pertanian lokal yang semakin terdesak perkembangan kota,” ujar Ngatiyana.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat masyarakat Cireundeu yang tetap menjaga tradisi leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

Kearifan Pangan Cireundeu: Singkong sebagai Identitas Lokal

Salah satu daya tarik terbesar Kampung Adat Cireundeu adalah ketahanan pangan berbasis singkong. Sesepuh kampung, Abah Widi, mengatakan bahwa masyarakat setempat secara turun-temurun tidak mengonsumsi nasi, melainkan menjadikan singkong sebagai makanan pokok.

Baca juga:   Wali Kota Cimahi Tegur ASN RSUD Cibabat, Soroti Kematian Pasien BPJS

Tradisi pangan ini menarik minat banyak peneliti dalam dan luar negeri yang ingin mempelajari pola ketahanan pangan Cireundeu. Selain itu, pola hidup berbasis singkong telah menjadi identitas kuat yang membedakan kampung ini dari wilayah lain di Jawa Barat.

“Banyak wisatawan dan peneliti datang ke Cireundeu. Mereka ingin tahu bagaimana ketahanan pangan kami yang tidak bergantung pada nasi,” ungkap Abah Widi.

Festival Cireundeu, dengan arak-arakan jampana sebagai ciri khas, merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas keberlanjutan tradisi dan pangan lokal yang terjaga hingga kini. (Uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Abah Widiberita Cimahi terbarubudaya sundacimahifestival adat SundaFestival Cireundeu 2025jampana Cimahikampung adat cireundeuketahanan pangan CimahiNgatiyanasingkong Cireundeutradisi lokal


Related Posts

Sebuah pohon Kiara Payung tumbang di Jalan Encep Kartawiria, Cimahi, menimpa gerobak pedagang dan melukai 11 orang, termasuk siswa sekolah dasar. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Pohon Kiara Payung Tumbang di Jalan Encep Kartawiria Cimahi, 11 Orang Jadi Korban

4 Mei 2026
Penghargaan Paguyuban Pasundan
HEADLINE

Paguyuban Pasundan Raih Penghargaan dari HU Pikiran Rakyat di HUT ke-60

25 April 2026
Pemkot Cimahi memperingati Hari Teater Dunia (Hatedu) 2026 dengan pementasan teater musikal inklusif yang melibatkan ASN hingga komunitas tuli. (Uby/pasjabar)
HEADLINE

Peringati Hatedu 2026, Pemkot Cimahi Hadirkan Teater Musikal Inklusif di GOR Sangkuriang

12 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.