CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

NYFW Larang Penggunaan Bulu Hewan Mulai September 2026

Hanna Hanifah
11 Desember 2025
NYFW

Pagelaran busana New York Fashion Week. (foto: ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Pagelaran mode semi tahunan New York Fashion Week (NYFW) resmi menetapkan larangan penggunaan bulu hewan asli dalam koleksi desainer mulai September 2026.

Kebijakan ini diumumkan oleh Dewan Perancang Busana Amerika (CFDA) sebagai langkah besar untuk mengurangi praktik eksploitasi hewan di industri fesyen.

Dikutip dari ANTARA, Februari 2026 akan menjadi kesempatan terakhir bagi desainer untuk menampilkan karya yang menggunakan bulu atau kulit hewan. Keputusan tersebut dirumuskan melalui kolaborasi antara CFDA, Humane World for Animals, dan Collective Fashion Justice.

Dalam pernyataan resminya, CFDA menyebut bahwa pemilihan jadwal pada September 2026 bertujuan memberi waktu bagi para desainer untuk melakukan penyesuaian.

“Jadwal bulan September dipilih untuk memberi para desainer ruang dan waktu untuk menyesuaikan materi dan rencana pertunjukan mereka. CFDA akan mendukung para desainer selama masa transisi dan menyediakan sumber daya tentang alternatif,” tulis pernyataan itu.

Baca juga:   Fulham Sukses Permalukan Manchester United di Kandang Sendiri

Didukung Banyak Rumah Mode, Sejalan dengan Tren Global

Larangan tersebut mencakup seluruh jenis bulu yang berasal dari hewan yang dibudidayakan atau diburu khusus untuk dipanen bulunya. Termasuk cerpelai, rubah, kelinci, domba karakul, chinchilla, coyote, hingga anjing rakun.

Adapun pengecualian hanya diberlakukan bagi bulu yang diperoleh masyarakat adat melalui praktik berburu tradisional untuk kebutuhan hidup.

Presiden dan CEO CFDA, Steven Kolb, mengungkap bahwa penggunaan bulu hewan dalam NYFW selama ini sebenarnya sudah semakin berkurang.

“Konsumen semakin menjauhi produk yang terkait dengan kekejaman terhadap hewan, dan kami ingin memposisikan fesyen Amerika sebagai pemimpin di bidang tersebut, sekaligus mendorong inovasi material,” ujarnya.

Baca juga:   Pemerintah Kembali Terapkan One Way pada Arus Balik Lebaran 2022

Sejumlah rumah mode besar sebelumnya telah lebih dulu meninggalkan penggunaan bulu dan bahan eksotis. Chanel menghentikan penggunaannya pada 2018, sementara Marc Jacobs menyusul pada 2024 setelah tekanan dari aktivis.

Nama besar lain seperti Coach, Michael Kors, Prada Group, Armani Group, hingga Ralph Lauren juga telah menerapkan kebijakan bebas bulu sejak akhir 2010-an.

Perubahan kebijakan ini juga sejalan dengan langkah industri media. Awal tahun ini, Condé Nast—pemilik Vogue, Vanity Fair, dan Glamour—resmi melarang penggunaan bulu hewan. Dalam konten editorial maupun iklan, mengikuti jejak ELLE dan InStyle.

Selain itu, keputusan NYFW mencerminkan tren serupa di berbagai pekan mode dunia. Termasuk London Fashion Week yang melarang bulu pada 2023, serta pagelaran fesyen di Kopenhagen, Berlin, Stockholm, Amsterdam, Helsinki, dan Melbourne.

Baca juga:   Derby London Buka Pekan Kedua EPL, City dan Liverpool Hadapi Lawan Berat

Direktur pendiri Collective Fashion Justice, Emma Håkansson, berharap langkah NYFW dapat mendorong Milan Fashion Week dan Paris Fashion Week untuk menerapkan kebijakan serupa.

Di sisi lain, perdebatan seputar penggunaan kulit dan bulu oleh masyarakat adat masih berlanjut.

Dalam wawancara dengan Vogue (2024), sejumlah seniman pribumi Amerika Utara membela praktik tradisional mereka.

Berbasis di Bethel, Alaska, salah satu pengrajin bernama Oscar menekankan bahwa karya tradisional seperti parka, hiasan kepala, atau sepatu mokasin—yang menggunakan kulit serigala, berang-berang, tikus air, dan tupai tanah—adalah bagian penting dari identitas budaya mereka.

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: New York Fashion WeekNYFWPagelaran modepenggunaan bulu hewan asli


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.