RAYONG, WWW.PASJABAR.COM – Kontingen Indonesia terus menunjukkan konsistensinya dalam menambah pundi-pundi medali di ajang SEA Games 2025 Thailand. Memasuki hari kedua perlombaan cabang olahraga triatlon, tim Merah Putih sukses mengamankan dua medali perak dan satu medali perunggu.
Perlombaan yang berlangsung di bawah cuaca terik pesisir Rayong ini menjadi saksi ketangguhan fisik dan mental para atlet Indonesia menghadapi dominasi negara tetangga.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Indonesia tetap menjadi pesaing tangguh di kawasan Asia Tenggara meskipun persaingan di sektor olahraga ketahanan fisik ini semakin ketat dari tahun ke tahun.
Tim Triatlon Indonesia Raih Perak dari Estafet Beregu Putri dan Campuran
Medali perak pertama bagi Indonesia di hari kedua ini datang dari nomor estafet beregu putri.
Trio atlet andalan, Martina Ayu Pratiwi, Kayla Nadia Shafa, dan Binta Erlen Salsabela, berhasil finis di posisi kedua dengan catatan waktu 1:10:48.
Indonesia harus mengakui keunggulan tim Filipina yang mengamankan medali emas dengan waktu sedikit lebih cepat, yakni 1:10:14.
“Venue di sini memang cukup panas, tetapi kondisi tersebut mirip dengan basecamp kami di Bangka Belitung. Hambatan tidak terlalu terasa, laut juga aman dan bagus,” ujar Binta Erlen Salsabela.
Tak berhenti di situ, Tim Triatlon Indonesia Perak Perunggu SEA Games 2025 kembali meraih perak kedua melalui nomor estafet beregu campuran (mixed relay).
Tim yang diperkuat oleh Martina Ayu Pratiwi, Hauqalah Fakhal Arvyello, Rashif Amila Yaqin, dan Binta Erlen Salsabela menunjukkan kerjasama tim yang solid untuk mengamankan podium kedua di belakang tim Filipina yang tampil sangat termotivasi.
Tim Triatlon Indonesia Beregu Putra Amankan Medali Perunggu
Selain torehan dua perak, sektor putra juga tidak ketinggalan menyumbangkan medali.
Indonesia berhasil meraih medali perunggu melalui nomor beregu putra yang digawangi oleh Aloysius Reckyardio Mardian, Rashif Amila Yaqin, dan Al Kautsar.
Trio putra Indonesia ini menorehkan catatan waktu 1:04:35, memastikan posisi ketiga setelah bersaing ketat hingga garis finis.
Dalam nomor ini, Filipina kembali memimpin di urutan pertama (1:04:05), disusul oleh Singapura yang meraih medali perak dengan catatan waktu 1:04:15.
Meskipun gagal mengamankan emas, performa para atlet putra ini menunjukkan bahwa gap waktu dengan para pesaing utama sudah semakin menipis.
Evaluasi Sektor Sepeda Menjadi Catatan Manajer
Manajer tim triatlon Indonesia, Reswanda, menyatakan rasa syukurnya atas perolehan medali hari ini, namun tetap memberikan catatan kritis untuk perbaikan ke depan.
Ia mencatat bahwa persaingan tahun ini jauh lebih sengit karena setiap negara telah mempersiapkan atletnya dengan sangat matang.
“Hari ini kami meraih dua medali perak dan satu medali perunggu, dan tentu patut kita syukuri,” kata Reswanda.
Namun, ia juga membeberkan detail teknis yang menjadi bahan evaluasi.
“Di beberapa nomor kami masih tertinggal, terutama di sektor sepeda. Namun untuk renang dan lari, performa atlet sudah cukup baik dan berimbang,” tambahnya.
Penguatan di sektor balap sepeda akan menjadi kunci bagi tim Indonesia untuk mengonversi perak menjadi emas di masa mendatang.
Strategi Maksimal di Tengah Jadwal Padat
Wakil Ketua Umum Federasi Triatlon Indonesia (FTI), Arlan Lukman, menegaskan bahwa para atlet yang diturunkan adalah putra-putri terbaik bangsa.
Ia menjelaskan bahwa beberapa atlet andalan seperti Rashif Amila Yaqin (Ami) dan Martina Ayu Pratiwi bahkan telah turun di empat nomor berbeda, yang tentu menguras stamina luar biasa.
“Bukan berarti tidak sesuai rencana, tetapi hasilnya memang belum sepenuhnya sesuai harapan,” ungkap Arlan.
Ia mengakui keunggulan teknis Filipina, terutama di nomor mixed relay di mana atlet ketiga mereka mampu mengejar selisih waktu sekitar satu menit.
Meski demikian, tim Indonesia dipastikan telah berjuang sesuai strategi dan rencana yang disiapkan untuk menghadapi tantangan di Rayong.





