Bandung, www.pasjabar.com — Gelombang keresahan melanda para pekerja di salah satu ikon wisata Kota Bandung. Pada Kamis (18/12/2025), puluhan Karyawan Bandung Zoo Demo BBKSDA Jabar dengan mendatangi Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di Jalan Gedebage. Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penutupan operasional Kebun Binatang Bandung yang telah berlangsung lebih dari empat bulan tanpa kepastian.
Penutupan yang berlarut-larut ini dinilai telah membawa dampak sistemik yang sangat luas.
Tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup ratusan satwa koleksi, tetapi juga memutus urat nadi ekonomi ribuan orang yang bergantung pada aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Para pekerja menuntut agar regulasi segera berpihak pada pembukaan kembali akses bagi pengunjung umum.
Dampak Sosial: Ratusan Pedagang Kehilangan Mata Pencaharian
Aksi Karyawan Bandung Zoo Demo BBKSDA Jabar ini didasari oleh realita pahit di lapangan.
Manager Komunikasi Pemasaran (Markom) Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, menjelaskan bahwa dampak penutupan ini telah memukul ekonomi warga sekitar secara telak.
Sedikitnya terdapat seratus pedagang kecil dan pencari nafkah di area luar kebun binatang yang kini kehilangan pendapatan total.
“Sudah lebih dari empat bulan para pedagang dan pencari nafkah di sekitar Bandung Zoo terdampak. Ini bukan hanya soal satwa, tapi soal kehidupan banyak orang,” tegas Sulhan di lokasi aksi.
Ketiadaan wisatawan membuat ekosistem ekonomi yang biasanya hidup di sepanjang Jalan Taman Sari menjadi mati suri, yang pada akhirnya memicu desakan sosial agar pemerintah segera memberikan solusi nyata.
Aspirasi Pekerja Dibawa ke Tingkat Pusat (Jakarta)
Dalam aksi tersebut, rombongan serikat pekerja sempat melakukan orasi sebelum akhirnya diterima langsung oleh Kepala BBKSDA Jabar.
Meskipun sang kepala balai tengah memiliki agenda rapat di Jakarta, ia menyempatkan diri kembali ke Bandung untuk menemui perwakilan karyawan secara langsung sebelum kembali melanjutkan tugas ke ibu kota.
Hasil dari pertemuan tersebut membawa sedikit titik terang, meskipun belum ada kepastian tanggal.
Aspirasi para karyawan mengenai pembukaan kembali Bandung Zoo akan segera disampaikan ke tingkat Dirjen Kehutanan di Jakarta.
“Harapannya ada keputusan untuk segera membuka kembali Bandung Zoo demi kepentingan satwa, karyawan, dan para pedagang,” tambah Sulhan.
Hal ini menyangkut produk hukum dan regulasi yang harus diputuskan dengan kehati-hatian tinggi di tingkat kementerian.
Kondisi 711 Satwa: Tetap Terawat Meski Tanpa Pendapatan Tiket
Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian publik adalah kesejahteraan hewan selama masa penutupan.
Sulhan memastikan bahwa meski gerbang ditutup bagi pengunjung, komitmen perawatan terhadap 711 satwa koleksi Bandung Zoo tidak pernah kendor.
Seluruh karyawan tetap masuk bekerja sesuai jadwal untuk memastikan pemberian pakan dan pengecekan kesehatan berjalan normal.
“Menjaga satwa adalah kewajiban hukum kami. Tidak boleh ada satwa yang kelaparan apalagi mati,” ungkapnya.
Saat ini, koordinasi antara pihak pengelola dan BBKSDA Jabar tetap berjalan intensif dalam hal pengawasan teknis perawatan satwa.
Namun, beban biaya operasional dan pakan yang besar tanpa adanya pemasukan dari tiket pengunjung menjadi bom waktu yang sangat dikhawatirkan oleh manajemen.
Menanti Kepastian Hukum untuk Reopening
Hingga saat ini, para karyawan dan manajemen Bandung Zoo masih dalam posisi bersiaga menunggu instruksi resmi dari pusat.
Penutupan selama empat bulan merupakan periode yang sangat panjang bagi sebuah lembaga konservasi untuk bertahan tanpa pemasukan mandiri.
Para pekerja berharap melalui aksi Karyawan Bandung Zoo Demo BBKSDA Jabar ini, pemerintah pusat dapat melihat sisi kemanusiaan dan konservasi secara berimbang.
Pembukaan kembali Bandung Zoo dengan protokol yang ditetapkan diharapkan bisa menjadi jalan tengah untuk menyelamatkan satwa, memberikan kepastian kerja bagi karyawan, serta memulihkan ekonomi warga lokal yang telah lama terhimpit.







