CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Timnas Futsal Indonesia Juara, Hector Souto Kecam Permainan Kasar Thailand: “Benar-Benar Memuakkan!”

pri
30 Desember 2025
Foto: dok. Federasi Futsal Indonesia

Foto: dok. Federasi Futsal Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM – Meski berhasil membawa pulang trofi juara, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap jalannya laga final Piala AFF Futsal U-16 dan U-19.

Souto secara terbuka melayangkan kritik pedas atas permainan kasar yang diperagakan oleh tim Thailand dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (29/12/2025).

Indonesia menjalani dua laga final melawan rival bebuyutannya tersebut. Skuad Merah Putih berhasil merengkuh gelar juara di level U-16 setelah menang dramatis dengan skor 4-3.

Sayangnya, keberhasilan itu tidak diikuti di level U-19, di mana Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-3.

Namun, sorotan utama Souto bukan pada hasil akhir, melainkan pada aspek keselamatan pemain dan sportivitas di lapangan.

Final U-16 yang Brutal: Futsal Rasa UFC

Pertandingan final kategori U-16 menjadi titik didih kemarahan Hector Souto. Sepanjang laga, para pemain muda Indonesia, termasuk Hetson Messi Sirait dkk, berkali-kali menjadi sasaran pelanggaran keras oleh pemain Thailand.

Baca juga:   Akibat Hujan Lebat, Kirmir di Arjuna Jebol dan Hancurkan Dua Rumah Warga

Gaya permainan Thailand dinilai sudah melewati batas kewajaran dalam olahraga futsal.

Netizen Indonesia bahkan bereaksi keras di media sosial dengan menyebut permainan Thailand lebih mirip pertarungan UFC atau Muay Thai daripada pertandingan futsal profesional.

Pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang terjadi secara berulang dianggap sangat mengancam karier para pemain muda yang masih berada di masa pertumbuhan.

Kritik Pedas Hector Souto: Pertanyakan Kapasitas Wasit FIFA

Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Hector Souto meluapkan rasa muaknya terhadap pembiaran aksi kekerasan yang terjadi di atas lapangan.

Pelatih asal Spanyol tersebut menyayangkan kegagalan wasit berlisensi FIFA dalam mengendalikan emosi pemain dan menjaga marwah pertandingan.

“Maaf. Tingkat permainan keras dan aksi-aksi kekerasan yang dibiarkan terjadi di turnamen AFF U-19 dan U-16 benar-benar memuakkan,” tulis Souto dengan tegas.

Ia merasa sedih melihat wasit internasional tidak mampu bertindak tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang jelas merugikan sisi sportivitas.

“Sangat menyedihkan bahwa wasit FIFA tidak mampu mengendalikan dan memimpin pertandingan ini,” tambahnya.

Aksi Protes Terbuka: Tagar Respect dan Fair Play Menggema

Tidak sekadar berkeluh kesah, Hector Souto juga mengambil langkah berani dengan menautkan unggahannya kepada otoritas sepak bola yang lebih tinggi, yakni akun resmi AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), Futsal Asean, dan Sepakbola Asean.

Baca juga:   Indonesia Lolos Semifinal sebagai Juara Grup B Usai Kalahkan Australia

Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara turnamen di kawasan Asia Tenggara.

Souto juga membubuhkan tagar #respect dan #fairplay sebagai bentuk pengingat bahwa di level usia muda, pembinaan karakter dan sportivitas jauh lebih penting daripada sekadar memenangkan trofi.

Baginya, membiarkan permainan kasar berkembang di level junior akan berdampak buruk bagi masa depan futsal di kawasan ASEAN.

Baca juga:   Pemda Jabar Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Banjaran

Tantangan Futsal Indonesia Menuju Level Dunia

Insiden di laga final ini menjadi pengingat bagi Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk terus memperjuangkan perlindungan pemain di level internasional.

Meski sukses meraih gelar juara di kategori U-16, perlindungan terhadap talenta muda Indonesia harus menjadi prioritas utama.

Kritik dari Hector Souto diharapkan menjadi momentum bagi AFF untuk memperbaiki standar kepemimpinan wasit dan memberikan sanksi tegas bagi tim yang mengabaikan prinsip fair play.

Prestasi Indonesia di kancah futsal Asia Tenggara memang sedang menanjak, namun keamanan dan keselamatan para atlet harus tetap menjadi pilar utama dalam setiap kompetisi.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AFF U-16 Futsalberita futsal terbaruBerita Olahraga Hari IniFair PlayFutsal Indonesia JuaraHasil Indonesia vs ThailandHector SoutoPiala AFF FutsalRespectTimnas Futsal Indonesia


Related Posts

Sanksi Fadly Alberto
PASOLAHRAGA

PSSI dan I.League Kecam Keras Insiden Tidak Sportif Fadly Alberto

23 April 2026
timnas futsal indonesia final
HEADLINE

Indonesia vs Thailand, Duel Panas Penentu Supremasi Futsal ASEAN

11 April 2026
juara grup B
HEADLINE

Indonesia Lolos Semifinal sebagai Juara Grup B Usai Kalahkan Australia

8 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.