MAROKO, WWW.PASJABAR.COM – Kehadiran Brahim Diaz dalam skuad Timnas Maroko benar-benar memberikan dampak instan yang luar biasa. Bintang Real Madrid tersebut tampil bersinar dan menjadi aktor kunci di balik keganasan lini serang tim “Singa Atlas” sepanjang gelaran Piala Afrika tahun ini.
Sebagai tuan rumah, Maroko kini dijagokan sebagai kandidat kuat juara berkat performa konsisten Diaz di lapangan.
Hingga saat ini, Maroko masih kokoh memimpin klasemen sementara Grup A dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan (sekali menang, sekali imbang).
Kehadiran pemain berusia 26 tahun tersebut tidak hanya meningkatkan daya gedor tim, tetapi juga memberikan dimensi permainan yang lebih kreatif bagi tim asuhan Walid Regragui.
Kontribusi Maksimal Brahim Diaz: Dua Gol dan Dua Assist Penalti
Brahim Diaz menunjukkan kelasnya sebagai pemain level elite dunia sejak laga pembuka.
Dalam dua pertandingan awal, ia sudah memberikan kontribusi signifikan dengan mencetak dua gol indah.
Tak hanya itu, pergerakan lincahnya di kotak penalti lawan juga memaksa lawan melakukan pelanggaran yang membuahkan dua hadiah penalti bagi Maroko.
Ketajaman Diaz bersama tim nasional memang tidak perlu diragukan lagi. Sejak memutuskan membela Maroko pada tahun 2024, pemain kelahiran Malaga ini telah mencatatkan 17 penampilan dengan torehan 10 gol.
Statistik ini membuktikan bahwa Diaz adalah mesin gol baru yang sangat efektif bagi publik sepak bola Maroko.
Pujian Walid Regragui: Pemain Kunci yang Tak Kenal Lelah
Pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui, tidak segan melemparkan pujian setinggi langit bagi pemainnya tersebut.
Bagi Regragui, Brahim Diaz adalah sosok pemain modern yang mengerti betul kebutuhan taktik tim di atas lapangan.
Selain tajam saat menyerang, Diaz juga dipuji karena kedisiplinannya dalam membantu pertahanan.
“Brahim adalah pemain kunci kami. Dia sangat efektif di kotak penalti lawan, namun dia juga ikut bertahan dengan kuat, selalu berlari, dan membantu rekan setimnya,” ujar Regragui sebagaimana dilansir dari Tribuna.
Menurutnya, Diaz kini berada di jalur yang benar setelah sempat mendapatkan tekanan besar untuk memenuhi ekspektasi publik yang tinggi.
Alasan Brahim Diaz Pilih Maroko: Darah Keturunan dan Kebanggaan Keluarga
Kisah perpindahan kewarganegaraan Brahim Diaz sempat menjadi perbincangan hangat di Spanyol dan Maroko.
Meski lahir di Malaga dan sempat membela berbagai kategori umur Timnas Spanyol, Diaz akhirnya memantapkan hati untuk membela negara leluhurnya.
Darah Maroko mengalir dalam tubuh Diaz melalui ayah dan kakeknya. Keputusan untuk mengenakan seragam hijau-merah Maroko terbukti tepat, karena ia kini menjadi pahlawan baru bagi jutaan pendukung Singa Atlas.
Fokusnya sekarang hanya satu: membawa pulang trofi Piala Afrika ke pangkuan rakyat Maroko.
Misi Mengunci Tiket 16 Besar Kontra Zambia
Ujian selanjutnya bagi Brahim Diaz dan kolega adalah menghadapi Zambia pada Selasa (30/12) dini hari WIB.
Di atas kertas, Maroko jauh lebih diunggulkan untuk memenangkan laga ini dan memastikan diri melaju ke babak 16 besar sebagai juara grup.
Kemenangan atas Zambia akan semakin memuluskan ambisi Maroko untuk merajai benua hitam tahun ini.
Dengan performa Brahim Diaz yang tengah berada di puncak, impian untuk merengkuh gelar juara Piala Afrika bukan lagi sekadar angan-angan.







