WWW.PASJABAR.COM – Tahun baru identik dengan perayaan meriah seperti pesta kembang api, tiupan terompet, hingga jamuan makan bersama keluarga dan orang terkasih. Tanggal 1 Januari pun kerap dimaknai sebagai awal baru untuk menyusun resolusi dan harapan sepanjang tahun. Namun, tidak semua negara di dunia merayakan pergantian tahun pada tanggal tersebut.
Perbedaan budaya, kepercayaan, hingga sistem kalender menjadi alasan utama sejumlah negara tidak menjadikan 1 Januari sebagai momentum. Bersumber dari Go2Tutors, yang ditulis oleh ANTARA, Kamis (1/1/2026), berikut beberapa negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari.
Perbedaan Kalender dan Tradisi Budaya
China menjadi salah satu negara yang tidak menjadikan 1 Januari sebagai perayaan utama. Meski sebagian generasi muda merayakannya secara sederhana, masyarakat Tiongkok lebih menantikan Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi. Perayaan ini berlangsung selama 15 hari dan ditandai dengan tradisi mudik besar-besaran, dekorasi merah, petasan, serta pembagian amplop merah.
Hal serupa juga terjadi di Vietnam. Warga setempat lebih memusatkan perhatian pada Hari Raya Tết yang bertepatan dengan Imlek. Persiapan dilakukan berminggu-minggu, mulai dari membersihkan rumah hingga membeli pakaian baru, dengan perayaan yang diisi jamuan mewah dan penghormatan leluhur.
Sementara itu, Ethiopia menggunakan kalender sendiri yang berbeda tujuh hingga delapan tahun dari kalender Gregorian. Di Ethiopia, Enkutatash, jatuh pada 11 atau 12 September dan dirayakan dengan pesta keluarga, pertukaran bunga, serta lagu-lagu tradisional.
Iran juga memiliki perayaan tersendiri bernama Nowruz, yang dirayakan saat ekuinoks musim semi. Tradisi ini telah berlangsung lebih dari 3.000 tahun dan melibatkan ritual Haft-sin serta perayaan selama 13 hari.
Di Arab Saudi dan Brunei Darussalam, faktor agama menjadi alasan utama. Kedua negara menggunakan kalender Hijriah dan membatasi perayaan tahun baru Masehi di ruang publik karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa makna pergantian tahun sangat dipengaruhi oleh budaya, sejarah, dan keyakinan masing-masing negara. (han)







