WWW.PASJABAR.COM — Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) resmi memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 untuk wilayah Indonesia. Ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut akan dapat disaksikan masyarakat secara gratis melalui siaran terestrial atau free to air (FTA) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengatakan, kehadiran Piala Dunia 2026 di layar TVRI merupakan wujud komitmen negara dalam menyediakan tontonan berkualitas yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan disiarkan melalui kanal TVRI Sport dan TVRI Nasional secara simultan.
“Piala Dunia 2026 melalui TVRI dihadirkan untuk seluruh rakyat Indonesia dengan akses yang inklusif, sesuai arahan dan dukungan Bapak Presiden,” ujar Iman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dilansir dari ANTARA, Rabu (31/12/2025).
Turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut akan mempertandingkan total 104 laga, mulai dari babak penyisihan hingga partai final. Siaran pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB, menyesuaikan perbedaan waktu dengan lokasi penyelenggaraan.
Arahan Presiden dan Akses Inklusif untuk Publik
Iman mengungkapkan, proses mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Namun, dukungan dan kepedulian Presiden Prabowo terhadap sepak bola nasional menjadi faktor kunci terwujudnya kerja sama tersebut.
“Beliau paham kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Sehingga memberi arahan agar momen besar seperti Piala Dunia dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali. Sebagai wujud hiburan yang menyatukan dan membangkitkan semangat bangsa,” katanya.
Menurut Iman, masyarakat cukup menggunakan antena televisi biasa untuk menikmati siaran Piala Dunia melalui platform FTA. Sementara itu, distribusi melalui platform lain atau layanan over the top (OTT) akan bergantung pada kebijakan operator pihak ketiga.
Selain penayangan di televisi, pemerintah juga akan menginisiasi kegiatan nonton bersama (nobar) di berbagai daerah. Program ini diharapkan dapat memperluas akses hiburan publik sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM. Serta menjadikan Piala Dunia ini sebagai momentum pemersatu masyarakat Indonesia. (han)







