CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Venezuela Memanas: Delcy Rodriguez Tegaskan Tak Akan Tunduk pada Tekanan Donald Trump

pri
10 Januari 2026
Foto Delcy Rodriguez: (AFP/PEDRO MATTEY)

Foto Delcy Rodriguez: (AFP/PEDRO MATTEY)

Share on FacebookShare on Twitter

CARACAS, WWW.PASJABAR.COM – Situasi politik di Venezuela kembali mencapai titik didih. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas klaim Washington yang merasa memegang kendali penuh atas pemerintahan transisi di Caracas pasca-tumbangnya rezim Nicolas Maduro.

Dalam sebuah upacara emosional untuk menghormati 100 warga Venezuela yang tewas dalam serangan pasukan AS, Rodriguez menegaskan bahwa kedaulatan negara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Kami Tidak Akan Menyerah”: Sumpah Delcy Rodriguez

Di hadapan publik, Rodriguez menyampaikan pesan menantang kepada Gedung Putih. Ia menepis anggapan bahwa otoritas sementara saat ini hanyalah boneka politik Amerika Serikat.

“Kami tidak tunduk atau ditaklukkan,” tegas Rodriguez sebagaimana dilansir dari AFP, Jumat (9/1/2026).

Rodriguez mengenang peristiwa serangan pasukan AS pada 3 Januari lalu sebagai pemantik semangat perlawanan rakyat.

Baca juga:   3.000 Dosis Vaksin Booster per Hari Disiapkan Sentra Satu Juta Vaksin di Kabupaten Bandung

Ia bersumpah akan terus mempertahankan tanah airnya dari campur tangan asing.

“Tidak ada yang menyerah. Ada pertempuran untuk tanah air,” imbuhnya dengan nada bicara yang provokatif.

Klaim Kendali AS dan Intervensi Sektor Minyak

Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan provokatif dari Washington. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, secara terang-terangan menyatakan bahwa AS memiliki “pengaruh maksimal” atas otoritas sementara di Venezuela pasca-penangkapan Nicolas Maduro.

AS mengeklaim bahwa setiap keputusan penting yang diambil oleh pemerintahan Rodriguez akan terus didikte oleh kepentingan Amerika.

Baca juga:   Film "Keluarga Super Irit" Jadi Wadah Kritik Sosial Lewat Gaya Hidup Irit

Keseriusan intervensi AS terlihat dari agenda Presiden Donald Trump yang dijadwalkan bertemu dengan para eksekutif perusahaan minyak raksasa AS pada Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas masa depan dan rencana pengelolaan sektor minyak Venezuela, yang merupakan salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.

Analisis: Kedaulatan vs Pengaruh Ekonomi

Para pengamat internasional menilai pernyataan Delcy Rodriguez merupakan upaya untuk menjaga legitimasi domestik di tengah kepungan pengaruh militer dan ekonomi AS.

Di satu sisi, AS merasa berhak mengatur arah kebijakan Venezuela karena peran mereka dalam menggulingkan Maduro.

Di sisi lain, Rodriguez berupaya membuktikan kepada rakyatnya bahwa pemerintahan transisi tetap memiliki kemandirian politik.

“Jelas kami memiliki pengaruh maksimal atas otoritas sementara di Venezuela saat ini. Kami terus berkoordinasi erat, dan keputusan mereka akan terus didikte oleh Amerika Serikat,” ujar Leavitt dalam konferensi pers yang memicu kemarahan di Caracas tersebut.

Masa Depan Venezuela di Bawah Bayang-bayang Washington

Dengan Donald Trump yang kini mulai bergerak mengonsolidasi sektor minyak Venezuela, masa depan kedaulatan energi negara tersebut berada di ujung tanduk.

Baca juga:   Reklame Roboh di Bandung Masuk Ke Penyidikan, Korban Masih Tak Sadarkan Diri di ICU

Meskipun Rodriguez menyuarakan perlawanan, ketergantungan otoritas sementara terhadap dukungan keamanan dan ekonomi dari AS pasca-konflik menjadi tantangan yang sangat berat.

Disis lain upacara penghormatan bagi para korban serangan 3 Januari dilakukan sejumlah warga Venezuela.

Hal itu menjadi simbol meski rezim lama telah tumbang, sentimen anti-AS mengakar kuat di sebagian masyarakat dan pemerintahan sementara Venezuela.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Amerika SerikatBerita Dunia 2026Delcy Rodriguezdonald trumpKrisis VenezuelaMinyak VenezuelaNicolas Maduropolitik internasionalVenezuela


Related Posts

Foto: Pavlo Gonchar/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
HEADLINE

Dituding Jadi Ajang Premium, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Menuai Kritik Pedas Suporter

1 Mei 2026
Gianni Infantino menegaskan Iran akan tampil di Piala Dunia 2026 dan bermain di Amerika Serikat. (Karim JAAFAR / AFP)
HEADLINE

Gianni Infantino Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026, Bermain di Amerika Serikat Sesuai Jadwal

1 Mei 2026
Foto: Matthias Balk/dpa (Photo by Matthias Balk/picture alliance via Getty Images
HEADLINE

Lobi Utusan Trump Paolo Zampolli: Italia Berpeluang Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Ini 3 Alasan Utamanya

29 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.