JEDDAH, WWW.PASJABAR.COM – Panggung King Abdullah Sports City Stadium menjadi saksi bisu keperkasaan Barcelona dalam merengkuh gelar juara Supercopa de Espana 2026. Melalui pertarungan tensi tinggi yang menguras emosi, skuad asuhan Hansi Flick berhasil menundukkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor tipis 3–2 pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Blaugrana dalam rivalitas klasik El Clasico musim ini, serta memberikan trofi perdana yang sangat krusial bagi ambisi besar mereka di sisa kompetisi tahun 2026.
Drama Lima Gol di Babak Pertama yang Intens
Pertandingan dimulai dengan intensitas luar biasa. Barcelona yang mengusung gaya permainan ofensif langsung menekan pertahanan Los Blancos.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36 ketika Raphinha mencatatkan namanya di papan skor melalui skema serangan balik cepat.
Namun, Real Madrid di bawah komando Xabi Alonso memberikan respons instan.
Menjelang akhir babak pertama, drama sesungguhnya terjadi. Vinicius Junior sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-45+2, namun kegembiraan Madrid hanya bertahan sekejap.
Dua menit berselang, sang ujung tombak Robert Lewandowski kembali membawa Barcelona unggul melalui sontekan jarak dekat di menit ke-45+4.
Belum sempat babak pertama berakhir, Real Madrid secara luar biasa kembali membalas lewat Gonzalo Garcia pada menit ke-45+7, menutup paruh pertama dengan skor imbang 2–2 yang sangat menghibur.
Raphinha Jadi Penentu dan Taktik Jitu Hansi Flick
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak sedikit pun menurun. Barcelona tetap konsisten dengan strategi high-pressing yang memaksa lini tengah Real Madrid bekerja ekstra keras. Puncak dari perjuangan Barcelona terjadi pada menit ke-73.
Raphinha kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kunci dengan mencetak gol keduanya malam itu, memanfaatkan celah di lini belakang Madrid yang mulai kelelahan.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Meskipun Xabi Alonso mencoba melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyegarkan serangan, pertahanan Barcelona yang digalang secara disiplin berhasil mematahkan setiap upaya lawan hingga peluit panjang berbunyi.
Trofi bergengsi ini pun sah menjadi milik tim asal Catalan.
Pencapaian Spesial bagi Barcelona di Era Baru
Gelar Supercopa de Espana 2026 ini memiliki makna mendalam bagi Barcelona. Selain menambah koleksi trofi di lemari juara, kemenangan atas Real Madrid di laga final memberikan suntikan mental yang sangat besar.
Raphinha terpilih sebagai pemain terbaik berkat torehan brace-nya, sementara Robert Lewandowski membuktikan dirinya masih menjadi penyerang paling berbahaya di panggung besar.
Di sisi lain, bagi Real Madrid, kegagalan ini menjadi bahan evaluasi serius.
Meski tampil kompetitif, ketidakmampuan membendung serangan sayap Barcelona menjadi titik lemah yang harus segera dibenahi Xabi Alonso sebelum memasuki fase gugur Liga Champions dan persaingan ketat di La Liga.
Statistik Pertandingan: Real Madrid vs Barcelona
| Kategori | Real Madrid | Barcelona |
| Skor Akhir | 2 | 3 |
| Pencetak Gol | Vinicius Jr, Gonzalo Garcia | Raphinha (2), Lewandowski |
| Penguasaan Bola | 46% | 54% |
| Total Tembakan | 11 | 15 |
| Kartu Kuning | 3 | 2 |







