WWW.PASJABAR.COM — Fenomena menstruasi yang datang bersamaan pada perempuan yang sering berinteraksi kerap disebut sebagai sinkronisasi siklus menstruasi. Namun, secara medis, anggapan tersebut tidak sepenuhnya dapat dibuktikan secara ilmiah.
Konsultan obstetri dan ginekologi di Motherhood Hospitals, Bangalore, Dr. Prathima A, menjelaskan bahwa meskipun perempuan yang sering menghabiskan waktu bersama bisa mengalami fenomena menstruasi pada waktu yang berdekatan.
Hal tersebut bukan disebabkan oleh mekanisme biologis yang saling menyinkronkan tubuh satu sama lain.
“Dari sudut pandang medis, tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa tubuh perempuan benar-benar ‘sinkron’ secara biologis hanya karena kedekatan fisik,” ujar Dr. Prathima, seperti dikutip dari Hindustan Times, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur mistis maupun sistem fisiologis khusus yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi sama hanya karena sering berinteraksi atau tinggal bersama.
Pengaruh Gaya Hidup terhadap Siklus Menstruasi
Menurut Dr. Prathima, siklus menstruasi setiap perempuan secara alami sangat bervariasi dan dapat berubah dari bulan ke bulan. Oleh karena itu, anggapan bahwa siklus akan selalu sama karena kebersamaan dinilai keliru.
Namun, terdapat sejumlah faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi hormon dan berdampak pada siklus menstruasi. Faktor-faktor tersebut antara lain tingkat stres, pola tidur, rutinitas olahraga, perubahan berat badan, perjalanan, serta kondisi emosional.
“Ketika perempuan memiliki gaya hidup yang mirip, seperti jam kerja panjang, tingkat stres yang serupa, atau rutinitas harian yang sama, siklus menstruasi mereka sesekali bisa bertepatan,” jelasnya.
Dr. Prathima menambahkan, ketika perempuan yang sebelumnya sering bersama kemudian berada di lingkungan berbeda, variabel gaya hidup tersebut ikut berubah sehingga siklus menstruasi pun kembali berbeda.
Ia menekankan bahwa fokus utama seharusnya bukan pada sinkronisasi siklus, melainkan pada kesehatan menstruasi masing-masing individu. “Yang terpenting adalah apakah siklus Anda teratur, dapat dikelola, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari,” katanya.
Dr. Prathima juga mengingatkan agar perempuan mewaspadai tanda bahaya seperti nyeri hebat, perdarahan berlebihan, menstruasi yang terlewat, atau perubahan siklus yang drastis.
Menurutnya, terlalu mempercayai mitos sinkronisasi justru dapat mengalihkan perhatian dari pentingnya menjaga kesehatan menstruasi secara personal. (han)







