BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Kabupaten Bandung bersama TNI berkolaborasi membangun jalan desa di Desa Cipela, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pembangunan dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan perekonomian petani.
Jalan desa tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah dan tidak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun. Kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan roda empat membuat proses distribusi hasil pertanian terhambat, bahkan kerap menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas.
Melalui program TMMD, pembangunan jalan dilakukan dengan melibatkan ratusan personel TNI dari Kodim 0624 Kabupaten Bandung. Selain personel TNI, masyarakat setempat juga turut bergotong royong dalam proses pengerjaan jalan.
Komandan Kodim 0624 Kabupaten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, mengatakan kegiatan TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan di desa, khususnya infrastruktur.
“Kegiatan TMMD ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah, stakeholder yang ada di wilayah Kabupaten Bandung, serta masyarakat, dengan harapan terwujud kebersamaan dalam penyelesaian kendala transportasi, pendidikan, dan kesejahteraan,” ujarnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menuturkan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Cipela dilakukan melalui dua skema, yakni program TMMD dan kegiatan karya bakti.
Menurutnya, perbaikan akses jalan desa akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya petani.
“Ini adalah salah satu perintah Bapak Presiden untuk membantu masyarakat dalam rangka pertumbuhan ekonomi. Dengan dibuatkan jalan yang lebih baik, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat juga meningkat,” kata Dadang.
Pembangunan jalan tersebut disambut antusias oleh warga. Puluhan warga tampak ikut membantu proses pengerjaan, bahkan sebagian mengabadikan momen perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.
Salah seorang warga mengaku kondisi jalan sebelumnya sangat rusak dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat membawa hasil pertanian. “Dulu jalannya rusak, mobil kadang susah naik, bahkan tidak bisa lewat. Sekarang sudah bagus setelah diperbaiki,” katanya.
Selain mempermudah distribusi hasil pertanian, jalan tersebut juga menjadi akses menuju kawasan wisata Rancabali.
Pemerintah Kabupaten Bandung disebut telah mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur jalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut. (fal)







