WWW.PASJABAR.COM – Menjelang Lebaran 2026, berbagai instansi pemerintah, BUMN, lembaga pendidikan, hingga perusahaan swasta kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat.
Program ini menjadi solusi atas tingginya biaya perjalanan serta lonjakan kebutuhan transportasi menjelang arus mudik tahunan.
Tahun ini, sejumlah penyelenggara membuka pendaftaran lebih awal agar masyarakat dapat memilih rute dan moda transportasi sesuai kebutuhan. Program yang tersedia pun beragam, mulai dari bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat, dengan kuota yang terbatas di setiap jalur.
Salah satu program yang cukup diminati adalah Mudik Bareng Indomaret 2026 yang menyediakan total 8.000 kursi gratis.
Pendaftaran dibuka sejak 5 Januari hingga 28 Februari 2026 untuk pemudik wilayah Jabodetabek dan Lampung. Keberangkatan dijadwalkan pada 17–18 Maret 2026 menuju sejumlah kota seperti Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.
Peserta diwajibkan menjadi member Poinku, mengisi formulir daring, serta berbelanja produk sponsor dengan nominal tertentu sesuai moda transportasi yang dipilih.
Banyak Pilihan Program dan Moda
Selain Indomaret yang membuka program mudik gratis Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka program mudik gratis melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN). Pendaftaran moda bus dibuka mulai 12 Februari, disusul kereta api pada 18 Februari.
Program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Jawa Tengah, pekerja informal berpenghasilan rendah, pelajar kurang mampu, penyandang disabilitas, dan lansia.
Dari sektor pendidikan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga menghadirkan program mudik gratis khusus mahasiswa aktif.
Pendaftaran berlangsung 7–18 Februari 2026 dengan rute yang mencakup Palembang, Jakarta, Cimahi, Pemalang, Brebes, Purwokerto, Blora, dan Surabaya. Keberangkatan dijadwalkan pada 7 Maret 2026.
Program serupa juga disiapkan oleh sejumlah perusahaan dan BUMN. ASDP menyediakan rute Jakarta–Bandar Lampung hingga Singkil–Pulau Banyak dengan moda bus dan kapal ferry, sementara program Pulang Basamo 2026 akan memberangkatkan pemudik dalam dua gelombang pada 8 dan 15 Maret 2026.
Secara nasional, Kementerian Perhubungan disebut menyiapkan program mudik gratis dengan moda bus, kereta, dan angkutan laut yang mencakup puluhan ribu penumpang. Sementara program kolaborasi BUMN menargetkan lebih dari 100.000 pemudik di berbagai rute.
Dengan banyaknya pilihan program, masyarakat diimbau segera memantau informasi resmi dan mendaftar lebih awal.
Selain menghemat biaya, program mudik gratis dinilai lebih aman karena menggunakan moda massal dengan titik keberangkatan resmi serta proses verifikasi peserta yang ketat. (han)







