BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Ratusan umat Muslim Muhammadiyah di Kota Bandung, Jawa Barat, mulai menggelar salat tarawih perdana pada Selasa (17/2/2026) malam. Dengan dimulainya salat tarawih tersebut, warga Muhammadiyah dipastikan akan menjalani ibadah puasa Ramadan pada Rabu esok, lebih awal dibandingkan penetapan pemerintah.
Pelaksanaan salat tarawih perdana ini berlangsung di Masjid Muhajirin Bandung dengan jumlah rakaat sebanyak 11 rakaat. Sejak selepas salat Isya, jemaah telah memadati area dalam masjid. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan terasa saat imam memimpin rangkaian ibadah malam pertama Ramadan tersebut.
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah lebih awal berdasarkan metode hisab atau perhitungan astronomi yang menjadi pedoman organisasi tersebut. Penetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal yang selama ini digunakan Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Perbedaan Penetapan Awal Ramadan
Wakil Ketua Muhammadiyah Jawa Barat, KH Zam Zam Erawan, menyatakan bahwa perbedaan dalam penetapan awal Ramadan bukanlah hal baru dan telah menjadi bagian dari dinamika dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ia menegaskan, perbedaan metode antara hisab yang digunakan Muhammadiyah dan rukyat atau pemantauan hilal yang digunakan pemerintah seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan.
Pihaknya mengajak seluruh umat Muslim, khususnya di Jawa Barat, untuk menyambut datangnya bulan suci dengan penuh sukacita dan meningkatkan ibadah, serta memakmurkan masjid-masjid di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, pemerintah melalui hasil pemantauan hilal pada Selasa sore menyatakan bahwa hilal belum terlihat. Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah memprediksi awal Ramadan akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski terdapat perbedaan penetapan, pelaksanaan ibadah di Kota Bandung tetap berlangsung tertib dan penuh toleransi, mencerminkan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman metode penentuan awal bulan suci. (uby)







